Vaksinasi COVID-19 Massal Mulai Sasar ASN Pemprov Jabar
Sabtu, 06 Maret 2021 - 18:54 WIB
loading...
ASN Pemprov Jabar mulai menjalani vaksinasi COVID-19. Foto ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mulai menggelar vaksinasi COVID-19 secara massal bagi para aparatur sipil negara (ASN)-nya. Vaksinasi massal diharapkan dapat percepat penyuntikan vaksin dengan jumlah sasaran yang luas.
Vaksinasi massal tahap pertama bagi ASN di lingkungan Pemprov Jabar sudah dilakukan pada Kamis (4/3/2021) di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar, Kota Bandung.
Baca juga: Kader Demokrat KBB Ditawari DP Rp20 Juta untuk Ikut KLB di Deli Serdang
Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jabar, Marion Siagian melaporkan, jumlah ASN yang mengikuti vaksinasi massal tersebut mencapai 570 orang.
"Tahap berikutnya direncanakan digelar pada minggu kedua Maret ini. Tempat dan waktu akan disesuaikan dengan lokasi perangkat daerah yang bersangkutan. Tentu digabung dengan perangkat daerah lain," ucap Marion, Sabtu (6/3/2021).
Marion menjelaskan, pihaknya menyusun prioritas sasaran vaksinasi tahap II bagi ASN. Penyusunan prioritas disesuaikan dengan ketersediaan vaksin COVID-19 dari pemerintah pusat.
Vaksinasi massal tahap pertama bagi ASN di lingkungan Pemprov Jabar sudah dilakukan pada Kamis (4/3/2021) di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar, Kota Bandung.
Baca juga: Kader Demokrat KBB Ditawari DP Rp20 Juta untuk Ikut KLB di Deli Serdang
Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jabar, Marion Siagian melaporkan, jumlah ASN yang mengikuti vaksinasi massal tersebut mencapai 570 orang.
"Tahap berikutnya direncanakan digelar pada minggu kedua Maret ini. Tempat dan waktu akan disesuaikan dengan lokasi perangkat daerah yang bersangkutan. Tentu digabung dengan perangkat daerah lain," ucap Marion, Sabtu (6/3/2021).
Marion menjelaskan, pihaknya menyusun prioritas sasaran vaksinasi tahap II bagi ASN. Penyusunan prioritas disesuaikan dengan ketersediaan vaksin COVID-19 dari pemerintah pusat.
Lihat Juga :