Seorang Polisi Terluka, Massa Nekat Ambil Paksa Jenazah Probable COVID-19
Jum'at, 05 Maret 2021 - 18:48 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan menyebutkan akibat aksi jemput jenazah ini seorang angora terluka di bagian tangan. Petugas akan melakukan tracing dan melakukan penyelidikan.
“Benar ada aksi penjemputan paksa jenazah probalble COVI-19. Anggota yang berjaga sudah memberi imbauan agar tidak mengambil paksa jenazah, namun warga memaksa sehingga ada anggota yang terluka," ujarnya.
Selanjtunya Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo akan melakukan tracing kepada masyarakat atau keluarga yang kontak erat dengan jenazah. "Dari proses penegakan hukum akan terus dilakukan," tegas Ferdy.
Dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa melakukan aksi tersebut untuk melapor ke kepala desa atau menyerahkan diri langsung ke Mapolres guna mempertanggungjawabkan perbuatanya. “Diimbau mereka yang merasa melakukan aksi tadi melapor ke kepala desa atau ke Mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Semoga aksi ini tidak terjadi lagi kepada masyrakat lain di wilayah kita ini," katanya.
“Benar ada aksi penjemputan paksa jenazah probalble COVI-19. Anggota yang berjaga sudah memberi imbauan agar tidak mengambil paksa jenazah, namun warga memaksa sehingga ada anggota yang terluka," ujarnya.
Selanjtunya Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo akan melakukan tracing kepada masyarakat atau keluarga yang kontak erat dengan jenazah. "Dari proses penegakan hukum akan terus dilakukan," tegas Ferdy.
Dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa melakukan aksi tersebut untuk melapor ke kepala desa atau menyerahkan diri langsung ke Mapolres guna mempertanggungjawabkan perbuatanya. “Diimbau mereka yang merasa melakukan aksi tadi melapor ke kepala desa atau ke Mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Semoga aksi ini tidak terjadi lagi kepada masyrakat lain di wilayah kita ini," katanya.
(shf)
Lihat Juga :