Kasus Covid-19 Menurun, Ganjil Genap di Bogor Ditiadakan 2 Pekan
Selasa, 02 Maret 2021 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, ditiadakannya ganjil genap juga sebagai relaksasi di bidang ekonomi di wilayah Kota Bogor. Mulai dari hotel, pasar hingga restoran."Jadi ada sedikit relaksasi ke depan, untuk mendorong ekonomi walaupun sebetulnya sektor ekonomi membaik. Tadi data disampaikan, hunian hotel mulai membaik, kunjungan pasar mulai membaik juga. Tetapi karena datanya seperti itu, minggu ke depan ganjil genap tidak dilanjutkan," jelasnya.
Kemudian, untuk jam operasional tempat usaha masih sama dengan sebelumnya sampai pukul 21.00 WIB. Itu disesuaikan dengan aturan pemerintah pusat. Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, meski tidak ada ganjil genap, Car Free Crowd (CFR) masih ada.
"Ganjil genap tidak diberlakukan, tapi CFR itu mash berlaku. Kalau ada ruas jalan yang padat bisa jadi kita lakukan penutupan sementara atau cara lain agar mengurangi kepadatan," ujar Susatyo.
Dia pun mengingatkan dengan tidak dilanjutkannya ganjil genap selama dua minggu ke depan bukan berarti masyarakat boleh tidak disiplin dalam protokol kesehatan.
Jika angka covid-19 kembali naik bukan tidak mungkin ganjil genap kembali diterapkan. "Melalui penundaan atau relaksasi ini tidak membuat masyarakat Kota Bogor menjadi tidak disiplin. Kalau sudah tertata mengerti dan sebagainya tetap. Kalau nanti angka naik lagi, maka 2 minggu ke depan bisa jadi kami akan kembali ganjil genap," ucapnya.
Kemudian, untuk jam operasional tempat usaha masih sama dengan sebelumnya sampai pukul 21.00 WIB. Itu disesuaikan dengan aturan pemerintah pusat. Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, meski tidak ada ganjil genap, Car Free Crowd (CFR) masih ada.
"Ganjil genap tidak diberlakukan, tapi CFR itu mash berlaku. Kalau ada ruas jalan yang padat bisa jadi kita lakukan penutupan sementara atau cara lain agar mengurangi kepadatan," ujar Susatyo.
Dia pun mengingatkan dengan tidak dilanjutkannya ganjil genap selama dua minggu ke depan bukan berarti masyarakat boleh tidak disiplin dalam protokol kesehatan.
Jika angka covid-19 kembali naik bukan tidak mungkin ganjil genap kembali diterapkan. "Melalui penundaan atau relaksasi ini tidak membuat masyarakat Kota Bogor menjadi tidak disiplin. Kalau sudah tertata mengerti dan sebagainya tetap. Kalau nanti angka naik lagi, maka 2 minggu ke depan bisa jadi kami akan kembali ganjil genap," ucapnya.
(hab)
Lihat Juga :