Wali Kota Bogor Bima Arya Gagal Divaksin, Antibodi Tinggi di Atas Rata-rata
Senin, 01 Maret 2021 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
Ada beberapa kemungkinan hal itu dapat terjadi. Pertama, kondisi fit masih bagus, dimana setahun masih tinggi. Sebab banyak orang yang tiga bulan sudah hilang.
Kedua, mungkin tanpan diketahui Bima pernah reinfeksi, sehingga sempet turun, reinfeksi kemudian naik lagi.
"Karena itu berdasarkan saran dari beberapa dokter spesialis dan kemarin malam saya juga komunikasi dengan pak Menkes gimana kalau titernya masih tinggi? Disarankan agar ditunda dulu vaksinnya," kata Bima.
Bima menyebut tiga bulan ke depan akan kembali memeriksakan kadar antibodinya. Apabila antibodinya turun baru bisa diberikan vaksin antivirus Covid-19.
"Fungsi vaksin itu memberikan antibodi. Saat ini antibodi saya masih bagus di atas rata-rata, sehingga mubazir bila diberikan vaksin. Tidak ada efek apa-apa," tambah Bima.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan vaksinasi Covid-19 tahap kedua mulai Senin 1 Maret hingga April 2021 dengan menyasar profesi pelayan publik.
Kedua, mungkin tanpan diketahui Bima pernah reinfeksi, sehingga sempet turun, reinfeksi kemudian naik lagi.
"Karena itu berdasarkan saran dari beberapa dokter spesialis dan kemarin malam saya juga komunikasi dengan pak Menkes gimana kalau titernya masih tinggi? Disarankan agar ditunda dulu vaksinnya," kata Bima.
Bima menyebut tiga bulan ke depan akan kembali memeriksakan kadar antibodinya. Apabila antibodinya turun baru bisa diberikan vaksin antivirus Covid-19.
"Fungsi vaksin itu memberikan antibodi. Saat ini antibodi saya masih bagus di atas rata-rata, sehingga mubazir bila diberikan vaksin. Tidak ada efek apa-apa," tambah Bima.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan vaksinasi Covid-19 tahap kedua mulai Senin 1 Maret hingga April 2021 dengan menyasar profesi pelayan publik.
Lihat Juga :