Wali Kota Bogor Bima Arya Gagal Divaksin, Antibodi Tinggi di Atas Rata-rata
Senin, 01 Maret 2021 - 12:59 WIB
loading...
Sebagai penyintas Covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya dijadwalkan menerima vaksin tahap dua. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
BOGOR - Sebagai penyintas Covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dijadwalkan menerima vaksinasi tahap dua. Namun vaksinasi itu gagal lantaran titer antibodi Bima mencapai 197 atau di atas ambang 130.
Hal itu diceritakan Bima Arya saat membuka vaksinasi tahap dua di Puri Begawan, Kota Bogor, Senin 1 Februari 2021. Dia ingin mengedukasi para penyintas.
Baca juga: Tetap Waspada, Penyintas Covid-19 Masih Bisa Terinfeksi Lagi
Berdasarkan ketentuan, penyintas diperbolehkan menerima vaksin setelah tiga bulan dan secara medis bagi yang pernah positif Covid-19 diperkenankan vaksinasi.
"Namun saya ingin memberikan contoh, kemaren saya dicek darah secara keseluruhan dan dicek khusus antibodinya. Di situ dilihat bahwa antibodi saya masih sangat tinggi. Jadi titernya itu 197. Syarat untuk memberikan donor plasma, itu minimal 130," kata Bima.
Bima mengaku memang agak sedikit mengherankan karena bulan ini tepat setahun menjadi alumni covid, tetapi titer antibodinya masih tinggi.
Baca juga: Terpapar COVID-19 Lebih dari 3 Bulan, Penyintas di Bandung Bisa Dapat Vaksinasi
Hal itu diceritakan Bima Arya saat membuka vaksinasi tahap dua di Puri Begawan, Kota Bogor, Senin 1 Februari 2021. Dia ingin mengedukasi para penyintas.
Baca juga: Tetap Waspada, Penyintas Covid-19 Masih Bisa Terinfeksi Lagi
Berdasarkan ketentuan, penyintas diperbolehkan menerima vaksin setelah tiga bulan dan secara medis bagi yang pernah positif Covid-19 diperkenankan vaksinasi.
"Namun saya ingin memberikan contoh, kemaren saya dicek darah secara keseluruhan dan dicek khusus antibodinya. Di situ dilihat bahwa antibodi saya masih sangat tinggi. Jadi titernya itu 197. Syarat untuk memberikan donor plasma, itu minimal 130," kata Bima.
Bima mengaku memang agak sedikit mengherankan karena bulan ini tepat setahun menjadi alumni covid, tetapi titer antibodinya masih tinggi.
Baca juga: Terpapar COVID-19 Lebih dari 3 Bulan, Penyintas di Bandung Bisa Dapat Vaksinasi
Lihat Juga :