Gubernur Apresiasi 2 Bocah yang Sumbangkan Tambungan untuk Penanggulangan Corona
Sabtu, 18 April 2020 - 00:44 WIB
loading...
A
A
A
"Kata Hafidh, alasannya ingin menyumbang karena dia lihat di berita banyak dokter yang kekurangan APD (alat pelindung diri). Azrilia juga sama, ingin membelikan masker untuk dokter," tutur Kang Emil.
Atas ketulusan Hafidh dan Azrilia, Pemprov Jabar pun memberikan suntikan modal untuk meningkatkan usaha orang tua kedua anak tersebut.
"Ibunya kami bantu modal untuk meningkatkan usaha. Terima kasih untuk Hafidh dan Azrilia, semoga Allah membalas niat baik. Saya doakan semua jadi orang sukses," kata Kang Emil.
Mochammad Hafidh Al-Bukhori adalah siswa kelas tiga SDN Pasigaran 3 Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Sebelumnya, Hafidh dan sang ibu menyerahkan sumbangannya ke Polsek Dayeuhkolot pada Kamis 16 April 2020.
Saat itu, Hafidh memberanikan diri meminta petugas kepolisian untuk membeli APD dari tabungan yang dia serahkan. Hafidh mengaku, uang yang disumbangkan didapat dari uang jajan yang disisihkan setiap hari.
"Uangnya dari uang jajan yang dikasih mamah. Setiap hari di kasih dua ribu terus seribunya dijajanin, seribunya ditabung," kata Hafidh.
Hafidh juga tak lupa mengajak anak-anak lain di Indonesia untuk turut berkontribusi membantu penanganan COVID-19 meski dengan kemampuan yang terbatas.
Atas ketulusan Hafidh dan Azrilia, Pemprov Jabar pun memberikan suntikan modal untuk meningkatkan usaha orang tua kedua anak tersebut.
"Ibunya kami bantu modal untuk meningkatkan usaha. Terima kasih untuk Hafidh dan Azrilia, semoga Allah membalas niat baik. Saya doakan semua jadi orang sukses," kata Kang Emil.
Mochammad Hafidh Al-Bukhori adalah siswa kelas tiga SDN Pasigaran 3 Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Sebelumnya, Hafidh dan sang ibu menyerahkan sumbangannya ke Polsek Dayeuhkolot pada Kamis 16 April 2020.
Saat itu, Hafidh memberanikan diri meminta petugas kepolisian untuk membeli APD dari tabungan yang dia serahkan. Hafidh mengaku, uang yang disumbangkan didapat dari uang jajan yang disisihkan setiap hari.
"Uangnya dari uang jajan yang dikasih mamah. Setiap hari di kasih dua ribu terus seribunya dijajanin, seribunya ditabung," kata Hafidh.
Hafidh juga tak lupa mengajak anak-anak lain di Indonesia untuk turut berkontribusi membantu penanganan COVID-19 meski dengan kemampuan yang terbatas.
Lihat Juga :