70% Pasangan Suami Istri di Kota Palopo Jadi Peserta KB
Kamis, 25 Februari 2021 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
"Sampai saat ini capaian kita sudah 70% untuk data para akseptor yang ada di masing-masing kelurahan. Saya harap, para kader kita tidak hanya berfikir sampai di situ, namun terus berusaha meningkatkan capaian saat ini," ujarnya.
"Selajutnya kita akan lakukan pembinaan setelah jadi akseptor, data kita harus kongkretkan, perlu juga dikategorikan yang mana keluarga mampu dan yang mana keluarga yang tidak mampu. Ini penting agar program pendukung bangga kencana yang dilakukan Pemkot Palopo bisa terlaksana dan tepat sasaran," lanjutnya.
Baca juga: DPPKB Kota Palopo Akan Fokus Awasi Balita Gizi Kurang
Setelah dilakukan pendataan kata FKJ, akan ada pembinaan lanjutan yang akan dilaksanakan untuk keluarga dari berbagai masalah. Pasangan usia subur kata dia, tentu memiliki berbagai problem, yang paling umum adalah masalah ekonomi. Tinggal nantinya kata dia, dikualifikasikan mana akseptor kualifikasi ekonomi baik, sedang, dan ekonomi lemah.
"Karena berbagai program kita betul-betul disebabkan karena faktor ekonomi, kita semua ini bagian dari pemerintah yang bertugas untuk memberikan edukasi kepada warga mari kita bersama-sama membangun kolaborasi tim bersama dengan seluruh OPD," terangnya.
Menurut Farid, esensi ikut KB adalah bagaimana memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam hal pertumbuhan ekonomi keluarga BKKBN, dari pusat sampai daerah, bukan hanya berbicara mengenai akseptor tapi juga penuntasan kemiskinan yang jadi urusan bersama.
"Selajutnya kita akan lakukan pembinaan setelah jadi akseptor, data kita harus kongkretkan, perlu juga dikategorikan yang mana keluarga mampu dan yang mana keluarga yang tidak mampu. Ini penting agar program pendukung bangga kencana yang dilakukan Pemkot Palopo bisa terlaksana dan tepat sasaran," lanjutnya.
Baca juga: DPPKB Kota Palopo Akan Fokus Awasi Balita Gizi Kurang
Setelah dilakukan pendataan kata FKJ, akan ada pembinaan lanjutan yang akan dilaksanakan untuk keluarga dari berbagai masalah. Pasangan usia subur kata dia, tentu memiliki berbagai problem, yang paling umum adalah masalah ekonomi. Tinggal nantinya kata dia, dikualifikasikan mana akseptor kualifikasi ekonomi baik, sedang, dan ekonomi lemah.
"Karena berbagai program kita betul-betul disebabkan karena faktor ekonomi, kita semua ini bagian dari pemerintah yang bertugas untuk memberikan edukasi kepada warga mari kita bersama-sama membangun kolaborasi tim bersama dengan seluruh OPD," terangnya.
Menurut Farid, esensi ikut KB adalah bagaimana memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam hal pertumbuhan ekonomi keluarga BKKBN, dari pusat sampai daerah, bukan hanya berbicara mengenai akseptor tapi juga penuntasan kemiskinan yang jadi urusan bersama.
Lihat Juga :