Dugaan Investasi Bodong Mulai Ditangani Mabes Polri, Dirut PT GAB: Kami Akan Kooperatif
Kamis, 25 Februari 2021 - 13:32 WIB
loading...
Nasabah saat menggelar aksi demo di PT GAB, Jalan Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto istimewa
A
A
A
BANDUNG - Dirut PT Global Media Nusantara (GMN) Wira Pradana selaku induk perusahaan dari PT Global Agrobisnis (GAB) yang diduga melakukan praktik investasi bodong jati kebon (jabon) mengaku bakal kooperatif atas langkah hukum yang sedang diambil nasabah yang mengaku dirugikan.
Hal itu menyusul laporan nasabah PT GAB kepada Mabes Polri yang hari ini dijadwalkan mulai dilakukan proses BAP kepada perwakilan nasabah. "Ya kita akan kooperatif dan beritikad baik," kata Wira di Bandung, Kamis (25/2/2021).
Menurut dia, pihaknya selama ini tidak lepas tangan atas permasalahan yang membelit usahanya. Perusahaannya, kata dia, terus mencari solusi atas bisnis jabon yang tidak sesuai ekspektasi awal. Baca juga: Tuntut Hasil Panen, Korban Investasi Jabon Geruduk Kantor Mulia Sejahtera
"Karena memang selama ini kami juga terus berupaya dalam mencari solusi hasil jabon yang tidak sesuai harapan ini. Apalagi masih banyak sekali member yang masih terus mendukung perusahaan dalam menjalankan solusi," beber dia.
Perusahaan ini, dinilai merugikan banyak korban. Diperkirakan, jumlah uang yang masuk ke rekening perusahaan mencapai Rp378 miliar dari sekitar 123.000 mitra pohon. Dalam perjanjian awal pada investasi itu, pihak perusahaan mamtok harga satu pohon bibit jabon Rp350.000. Omzet yang masuk Rp378 miliar, seharusnya ada 1.080.000 pohon jabon yang ditanam dan panen dalam waktu lima tahun. Namun sampai batas waktu yang ditunggu, belum membuahkan hasil.
Hal itu menyusul laporan nasabah PT GAB kepada Mabes Polri yang hari ini dijadwalkan mulai dilakukan proses BAP kepada perwakilan nasabah. "Ya kita akan kooperatif dan beritikad baik," kata Wira di Bandung, Kamis (25/2/2021).
Menurut dia, pihaknya selama ini tidak lepas tangan atas permasalahan yang membelit usahanya. Perusahaannya, kata dia, terus mencari solusi atas bisnis jabon yang tidak sesuai ekspektasi awal. Baca juga: Tuntut Hasil Panen, Korban Investasi Jabon Geruduk Kantor Mulia Sejahtera
"Karena memang selama ini kami juga terus berupaya dalam mencari solusi hasil jabon yang tidak sesuai harapan ini. Apalagi masih banyak sekali member yang masih terus mendukung perusahaan dalam menjalankan solusi," beber dia.
Perusahaan ini, dinilai merugikan banyak korban. Diperkirakan, jumlah uang yang masuk ke rekening perusahaan mencapai Rp378 miliar dari sekitar 123.000 mitra pohon. Dalam perjanjian awal pada investasi itu, pihak perusahaan mamtok harga satu pohon bibit jabon Rp350.000. Omzet yang masuk Rp378 miliar, seharusnya ada 1.080.000 pohon jabon yang ditanam dan panen dalam waktu lima tahun. Namun sampai batas waktu yang ditunggu, belum membuahkan hasil.
Lihat Juga :