Cerita Perjuangan Wartimah Melawan Penyakit Langka Bernama Hipertensi Paru
Kamis, 25 Februari 2021 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
"Syukur kepada Allah SWT, ternyata di 2017, dokter menyatakan tekanan paru saya sudah turun dan layak operasi dengan cara bedah jantung terbuka. Perasaan senang campur aduk dengan takut karena ini operasi jantung besar dengan cara dada saya harus dibelah, sangat berisiko dan nyawa taruhannya. Akhirnya 9 Oktober 2017 saya menjalani operasi dan Bismillah, operasi berjalan lancar, bahkan donor darah datang sendiri, bukan sanak atau saudara, mereka seperti malaikat yang dikirim Allah untuk membantu proses operasi saya," ucap Wartimah sembari menahan air mata.
Terpisah, Relawan Humas Yayasan Hipertensi Paru, Weni Kristiani mengatakan , Hipertensi paru merupakan penyakit langka dan kini belum memiliki obat. "Sejauh ini di Gunungkidul terdapat 8 orang yang sudah didiagnosa mengidap hipertensi paru, dan ribuan lainnya di seluruh Indonesia," Katanya.
Hipertensi Paru, menurut Weni bisa menyerang seluruh lapisan masyarakat baik yang berusia produktif maupun tidak. "Dari kecil sampai orang tua bisa terkena hipertensi paru, terlebih sekarang jarang orang yang memperdulikan penyakit langka tersebut," jelasnya. Baca Juga: Tak Pakai Masker, Pengemudi Kendaraan Diminta Menyapu Jalan dan Masjid.
Dirinya pun mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia agar senantiasa peka terhadap penyakit hipertensi paru ini. "Jika anda memiliki gejala sesak nafas yang terlalu over, naik tangga baru sedikit sudah terenggah engah boleh dicurigai bahwa itu penyakit hipertensi paru," pungkasnya.
Terpisah, Relawan Humas Yayasan Hipertensi Paru, Weni Kristiani mengatakan , Hipertensi paru merupakan penyakit langka dan kini belum memiliki obat. "Sejauh ini di Gunungkidul terdapat 8 orang yang sudah didiagnosa mengidap hipertensi paru, dan ribuan lainnya di seluruh Indonesia," Katanya.
Hipertensi Paru, menurut Weni bisa menyerang seluruh lapisan masyarakat baik yang berusia produktif maupun tidak. "Dari kecil sampai orang tua bisa terkena hipertensi paru, terlebih sekarang jarang orang yang memperdulikan penyakit langka tersebut," jelasnya. Baca Juga: Tak Pakai Masker, Pengemudi Kendaraan Diminta Menyapu Jalan dan Masjid.
Dirinya pun mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia agar senantiasa peka terhadap penyakit hipertensi paru ini. "Jika anda memiliki gejala sesak nafas yang terlalu over, naik tangga baru sedikit sudah terenggah engah boleh dicurigai bahwa itu penyakit hipertensi paru," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :