BPS Umumkan Perkembangan Ekspor-Impor Sulawesi Utara Januari 2021
Rabu, 24 Februari 2021 - 03:51 WIB
loading...
A
A
A
"Dari sisi volume ekspor Sulawesi Utara bulan Januari 2021, salah satu negara tujuan yang mengalami peningkatan volume ekspor terbesar adalah India sebesar 196,03 persen, Australia sebesar 169,33 persen dan Korea Selatan sebesar 27,12 persen. Selain itu, negara tujuan dengan berat ekspor terbesar adalah Australia yang mencapai 61.187,91 ton atau 43,15 persen dari total berat ekspor dan India yang mencapai 18.936,90 ton atau 13,35 persen dari total berat ekspor," tutur Norma.
Sebagian besar komoditas ekspor nonmigas Sulut dikirim melalui beberapa pelabuhan muat di Sulut dan juga melalui pelabuhan muat di provinsi lain. Pada bulan Januari 2021 sebanyak 29,46 persen barang ekspor dikirim melalui pelabuhan muat di Soekarno-Hatta (U).
Dibandingkan dengan bulan Desember 2020 (m-to-m), nilai ekspor di Pelabuhan muat Soekarno-Hatta (U) mengalami peningkatan sebesar 2.114,30 persen. "Komoditi terbesar yang dikirimkan melalui Pelabuhan muat ini adalah Perhiasan/Permata dengan negara tujuan Singapura," ujar Norma. Baca juga: Nilai Impor Sulawesi Utara Naik Dua Kali Lipat
Dari sisi volume, Pelabuhan Labuhan Uki merupakan pelabuhan muat terbesar di Sulut pada bulan Januari 2021, dimana sebanyak 50,98 persen barang ekspor dikirim melalui pelabuhan muat ini. Komoditas ekspor yang dikirim dari Pelabuhan ini adalah Garam, Belerang, Kapur dengan negara tujuan Australia dan Philipina. Dibandingkan dengan bulan Desember 2020 (m-to-m), volume ekspor di Labuhan Uki mengalami peningkatan sebesar 32,41 persen.
Nilai impor Sulut pada Januari 2021 mengalami penurunan sekitar 26,45 persen bila dibandingkan dengan bulan yang lalu (m-to-m), dan bila dibandingkan nilainya dengan Januari 2020 (y-on-y), mengalami penurunan sebesar 58,27 persen. "Dilihat menurut golongan barang HS2 digit, Bahan Bakar Mineral (HS 27) menjadi kontributor terbesar terhadap nilai impor Sulawesi Utara pada Januari 2021. Kontribusi golongan barang ini terhadap total impor adalah sebesar 31,53 persen yang diimpor dari negara Australia," ucap Norma
Sebagian besar komoditas ekspor nonmigas Sulut dikirim melalui beberapa pelabuhan muat di Sulut dan juga melalui pelabuhan muat di provinsi lain. Pada bulan Januari 2021 sebanyak 29,46 persen barang ekspor dikirim melalui pelabuhan muat di Soekarno-Hatta (U).
Dibandingkan dengan bulan Desember 2020 (m-to-m), nilai ekspor di Pelabuhan muat Soekarno-Hatta (U) mengalami peningkatan sebesar 2.114,30 persen. "Komoditi terbesar yang dikirimkan melalui Pelabuhan muat ini adalah Perhiasan/Permata dengan negara tujuan Singapura," ujar Norma. Baca juga: Nilai Impor Sulawesi Utara Naik Dua Kali Lipat
Dari sisi volume, Pelabuhan Labuhan Uki merupakan pelabuhan muat terbesar di Sulut pada bulan Januari 2021, dimana sebanyak 50,98 persen barang ekspor dikirim melalui pelabuhan muat ini. Komoditas ekspor yang dikirim dari Pelabuhan ini adalah Garam, Belerang, Kapur dengan negara tujuan Australia dan Philipina. Dibandingkan dengan bulan Desember 2020 (m-to-m), volume ekspor di Labuhan Uki mengalami peningkatan sebesar 32,41 persen.
Nilai impor Sulut pada Januari 2021 mengalami penurunan sekitar 26,45 persen bila dibandingkan dengan bulan yang lalu (m-to-m), dan bila dibandingkan nilainya dengan Januari 2020 (y-on-y), mengalami penurunan sebesar 58,27 persen. "Dilihat menurut golongan barang HS2 digit, Bahan Bakar Mineral (HS 27) menjadi kontributor terbesar terhadap nilai impor Sulawesi Utara pada Januari 2021. Kontribusi golongan barang ini terhadap total impor adalah sebesar 31,53 persen yang diimpor dari negara Australia," ucap Norma
Lihat Juga :