Tensi Politik Kabupaten Bandung Memanas, Musda Golkar Dituding Inkonstitusional
Selasa, 23 Februari 2021 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karenanya, Ahmad pun mengajukan keberatan dan penolakan pelaksanaan Musda X DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung tersebut. Dia pun berharap, DPD Partai Golkar Jabar segera memproses keberatan dan penolakan tersebut. "Kami mohon Ketua DPD Partai Golkar Jabar untuk memperhatikan Kabupaten Bandung," katanya.
Ahmad menambahkan, Partai Golkar Kabupaten Bandung butuh evaluasi menyeluruh menyusul kekalahan telak di Pilbup Bandung 2020 lalu. Atas dasar itu pula lah, dirinya mengusulkan calon ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Anang Susanto yang dinilainya mampu membangkitkan Partai Golkar Kabupaten Bandung.
"Mau tidak mau, Partai Golkar secepatnya harus berkonsolidasi dengan tingkat bawah. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut karena musda itu harusnya memilih pemimpin yang demokratis dan lahir dari keterbukaan," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, tensi politik di Kabupaten Bandung mulai memanas menyusul adanya persaingan ketat perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung dalam Musda X DPD Kabupaten Bandung.
Awalnya, wacana yang berkembang, mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Dadang M Naser, akan kembali mencalonkan diri untuk merebut kursi ketua DPD periode 2021-2025. Namun, hasrat politik Dadang M Nasser mendapatkan tantangan berat dari lawannya yang juga pengurus Partai Golkar Kabupaten Bandung, yakni Anang Susanto.
Meski begitu, musda akhirnya menetapkan Sugianto sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung yang diklaim terpilih secara aklamasi. Sugianto sendiri diketahui sebagai ketua tim pemenangan calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar, Nina Kurnia Agustina-Usman Sayogi yang kalah telak di ajang Pilbup Bandung 2020 lalu
Ahmad menambahkan, Partai Golkar Kabupaten Bandung butuh evaluasi menyeluruh menyusul kekalahan telak di Pilbup Bandung 2020 lalu. Atas dasar itu pula lah, dirinya mengusulkan calon ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Anang Susanto yang dinilainya mampu membangkitkan Partai Golkar Kabupaten Bandung.
"Mau tidak mau, Partai Golkar secepatnya harus berkonsolidasi dengan tingkat bawah. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut karena musda itu harusnya memilih pemimpin yang demokratis dan lahir dari keterbukaan," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, tensi politik di Kabupaten Bandung mulai memanas menyusul adanya persaingan ketat perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung dalam Musda X DPD Kabupaten Bandung.
Awalnya, wacana yang berkembang, mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Dadang M Naser, akan kembali mencalonkan diri untuk merebut kursi ketua DPD periode 2021-2025. Namun, hasrat politik Dadang M Nasser mendapatkan tantangan berat dari lawannya yang juga pengurus Partai Golkar Kabupaten Bandung, yakni Anang Susanto.
Meski begitu, musda akhirnya menetapkan Sugianto sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung yang diklaim terpilih secara aklamasi. Sugianto sendiri diketahui sebagai ketua tim pemenangan calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar, Nina Kurnia Agustina-Usman Sayogi yang kalah telak di ajang Pilbup Bandung 2020 lalu
(msd)
Lihat Juga :