Banjir Karawang, Kepala BNPB DOni Monardo Soroti Permasalahan Limbah Industri dan Rumah Tangga
Senin, 22 Februari 2021 - 09:06 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Doni Monardo menyoroti limbah industri menyoroti bahwa permasalahan limbah industri maupun rumah tangga juga berpotensi menjadi faktor penyebab banjir Kabupaten Karawang , Jawa Barat sejak Sabtu, (20/2/2021) lalu.
“Tidak sedikit sumber daya yang dapat dikelola disini, ada banyak industri dan perusahaan, mereka harus diikutsertakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan ekosistem untuk mengelola limbah industri dan rumah tangga,” ungkap Doni dalam keterangannya saat meninjau langsung di wilayah terdampak.
Sementara itu, dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang terakhir, sebanyak lima belas kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian muka air beragam. Terpantau tinggi permukaan air antara 10 hingga 250 cm.
Data BPBD setempat mencatat lima belas kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Batujaya, Cikampek, Tirtamulya, Ciampel, dna Kecamatan Pangkalan. Selanjutnya Rawamerta, Jatisari, Banyusari, Karawang Timur, Cimalaya Wetan, dan Kecamatan Pakis Jaya.
Dari lima belas kecamatan tersebut, terdapat 14.754 KK terdampak banjir dan 3.393 KK Mengungsi. BPBD mencatat kerugian material akibat banjir berupa 14.340 unit rumah terdampak, 51 unit rumah rusak berat, 157 unit rumah rusak sedang, 870 unit rumah rusak ringan, 40 unit fasos dan fasum terdampak dan 217 hektar sawah terdampak.
Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, Doni menilai bahwa dalam upaya penanganan dan pengurangan risiko bencana banjir yang bersifat tahunan di Kabupaten Karawang tersebut dibutuhkan kerja sama berbagai pihak.
“Diperlukan kerja sama, koordinasi dan kegigihan untuk bisa melakukan berbagai upaya, sehingga risiko ini tidak berulang setiap tahun, ujar Doni.
“Tidak sedikit sumber daya yang dapat dikelola disini, ada banyak industri dan perusahaan, mereka harus diikutsertakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan ekosistem untuk mengelola limbah industri dan rumah tangga,” ungkap Doni dalam keterangannya saat meninjau langsung di wilayah terdampak.
Sementara itu, dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang terakhir, sebanyak lima belas kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian muka air beragam. Terpantau tinggi permukaan air antara 10 hingga 250 cm.
Data BPBD setempat mencatat lima belas kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Batujaya, Cikampek, Tirtamulya, Ciampel, dna Kecamatan Pangkalan. Selanjutnya Rawamerta, Jatisari, Banyusari, Karawang Timur, Cimalaya Wetan, dan Kecamatan Pakis Jaya.
Dari lima belas kecamatan tersebut, terdapat 14.754 KK terdampak banjir dan 3.393 KK Mengungsi. BPBD mencatat kerugian material akibat banjir berupa 14.340 unit rumah terdampak, 51 unit rumah rusak berat, 157 unit rumah rusak sedang, 870 unit rumah rusak ringan, 40 unit fasos dan fasum terdampak dan 217 hektar sawah terdampak.
Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, Doni menilai bahwa dalam upaya penanganan dan pengurangan risiko bencana banjir yang bersifat tahunan di Kabupaten Karawang tersebut dibutuhkan kerja sama berbagai pihak.
“Diperlukan kerja sama, koordinasi dan kegigihan untuk bisa melakukan berbagai upaya, sehingga risiko ini tidak berulang setiap tahun, ujar Doni.
Lihat Juga :