Gubernur Aceh Resmikan Tujuh Asrama Mahasiswa di Pulau Jawa dan Sumatera
Minggu, 21 Februari 2021 - 22:20 WIB
loading...
A
A
A
Mahasiswa Beri Apresiasi
Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Aceh di Bogor, Firdaus Noezula, menyampaikan rasa terimakasih dan mengapresiasi kebijakan Gubernur Nova yang telah merenovasi dan menggratiskan biaya operasional asrama mahasiswa Aceh di berbagai daerah.
Firdaus menyebutkan, setidaknya ada 4 hal perhatian Pemerintah Aceh bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Aceh. Pertama, menyelesaikan permasalahan kepemilikan aset asrama mahasiswa Aceh di berbagai tempat di Indonesia. Selama dua tahun terakhir permasalahan tersebut telah selesai dilakukan.
Kemudian, pembangunan dan renovasi asrama mahasiswa Aceh di seluruh tanah air. Ketiga, kata Firdaus, pihaknya juga mendapatkan perhatian dari Pemerintah Aceh di masa sulit pandemi Covid-19, yaitu, menerima bantuan biaya pendidikan untuk mahasiswa Aceh di luar provinsi maupun luar negeri.
"Terakhir, pemberian program pembiayaan operasional gratis untuk seluruh asrama mahasiswa yang ada di luar daerah yang menjadi milik Pemerintah Aceh. Hal ini patut kita syukuri menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi kami mahasiswa di luar daerah,"ujar Firdaus.
Peresmian tujuh asrama mahasiswa Aceh itu ikut dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Syaridin, Kepala Badan Pengelola Keuangan Aceh, Bustami, Kepala Biro Humas dan Protokol, Muhammad Iswanto, dan Kepala Biro Umum Setda Aceh, Akmil Husen.
Ikut juga dihadiri oleh perwakilan mahasiswa Aceh yang asramanya telah selesai direnovasi, yaitu, perwakilan mahasiswa Aceh di Padang, di Kota Bandung, di Yogyakarta, Kabupaten Sumeudang dan Kota Bogor. Acara tersebut berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. (CM)
Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Aceh di Bogor, Firdaus Noezula, menyampaikan rasa terimakasih dan mengapresiasi kebijakan Gubernur Nova yang telah merenovasi dan menggratiskan biaya operasional asrama mahasiswa Aceh di berbagai daerah.
Firdaus menyebutkan, setidaknya ada 4 hal perhatian Pemerintah Aceh bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Aceh. Pertama, menyelesaikan permasalahan kepemilikan aset asrama mahasiswa Aceh di berbagai tempat di Indonesia. Selama dua tahun terakhir permasalahan tersebut telah selesai dilakukan.
Kemudian, pembangunan dan renovasi asrama mahasiswa Aceh di seluruh tanah air. Ketiga, kata Firdaus, pihaknya juga mendapatkan perhatian dari Pemerintah Aceh di masa sulit pandemi Covid-19, yaitu, menerima bantuan biaya pendidikan untuk mahasiswa Aceh di luar provinsi maupun luar negeri.
"Terakhir, pemberian program pembiayaan operasional gratis untuk seluruh asrama mahasiswa yang ada di luar daerah yang menjadi milik Pemerintah Aceh. Hal ini patut kita syukuri menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi kami mahasiswa di luar daerah,"ujar Firdaus.
Peresmian tujuh asrama mahasiswa Aceh itu ikut dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Syaridin, Kepala Badan Pengelola Keuangan Aceh, Bustami, Kepala Biro Humas dan Protokol, Muhammad Iswanto, dan Kepala Biro Umum Setda Aceh, Akmil Husen.
Ikut juga dihadiri oleh perwakilan mahasiswa Aceh yang asramanya telah selesai direnovasi, yaitu, perwakilan mahasiswa Aceh di Padang, di Kota Bandung, di Yogyakarta, Kabupaten Sumeudang dan Kota Bogor. Acara tersebut berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. (CM)
(srf)
Lihat Juga :