Tersengat Tawon Madu Klanceng, Ribuan Anggota Koperasi Lapor Polda dan BI Kediri
Jum'at, 19 Februari 2021 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
"Total kerugian klien saya Rp 81 miliar," terang Heri. Ceritanya, sejak Agustus 2019, Koperasi NMSI yang berkantor pusat di Kota Kediri, membuka program usaha kemitraan budidaya tawon madu klanceng. Setiap anggota atau mitra, ditawari berinvestasi koloni tawon madu klanceng dengan ukuran variatif.
Baca juga: Puluhan Ekor Ikan Paus Mati Terdampar di Pesisir Perairan Bangkalan, Madura
Untuk koloni dengan ukuran medium seharga Rp 500 ribu. Sedangkan koloni ukuran large atau besar Rp 1 juta. Perjanjiannya, setiap tiga bulan sekali pihak koperasi bertindak sebagai pembeli. Yakni untuk ukuran medium Rp 620 ribu dan Rp 1.260.000 untuk ukuran besar. "Di awal awal berjalan lancar," papar Heri.
Di awal awal, banyak mitra yang mengaku merasakan untung. Karenanya banyak yang sengaja tidak mencairkan uangnya. Bahkan satu mitra ada yang berinvestasi puluhan hingga ratusan juta. Mereka lebih memilih menggunakan keuntungan untuk menambah jumlah koloni. "Apalagi ada iming iming tambahan bonus bagi yang mau menjadi agen," jelas Heri.
Gejala mulai ada persoalan muncul pada bulan Februari 2021. Yakni saat sejumlah mitra gagal mencairkan uang mereka. Awalnya, pihak koperasi NMSI menjanjikan uang akan segera dicairkan. Namun pada perjanjian ketiga yang itu juga dilanggar, pihak koperasi berdalih uang mitra tengah dilarikan pimpinan koperasi.
Baca juga: Puluhan Ekor Ikan Paus Mati Terdampar di Pesisir Perairan Bangkalan, Madura
Untuk koloni dengan ukuran medium seharga Rp 500 ribu. Sedangkan koloni ukuran large atau besar Rp 1 juta. Perjanjiannya, setiap tiga bulan sekali pihak koperasi bertindak sebagai pembeli. Yakni untuk ukuran medium Rp 620 ribu dan Rp 1.260.000 untuk ukuran besar. "Di awal awal berjalan lancar," papar Heri.
Di awal awal, banyak mitra yang mengaku merasakan untung. Karenanya banyak yang sengaja tidak mencairkan uangnya. Bahkan satu mitra ada yang berinvestasi puluhan hingga ratusan juta. Mereka lebih memilih menggunakan keuntungan untuk menambah jumlah koloni. "Apalagi ada iming iming tambahan bonus bagi yang mau menjadi agen," jelas Heri.
Gejala mulai ada persoalan muncul pada bulan Februari 2021. Yakni saat sejumlah mitra gagal mencairkan uang mereka. Awalnya, pihak koperasi NMSI menjanjikan uang akan segera dicairkan. Namun pada perjanjian ketiga yang itu juga dilanggar, pihak koperasi berdalih uang mitra tengah dilarikan pimpinan koperasi.
Lihat Juga :