Kota Bogor Resmi Perpanjang Kebijakan Ganjil Genap, Ini Dampaknya
Jum'at, 19 Februari 2021 - 15:46 WIB
loading...
A
A
A
"Kebijakan ini berhasil menurunkan kasus Covid-19 secara signifikan. Data menunjukkan pada 6 Februari kasus di Bogor mencapai puncak 180 kasus per hari dan pada 15 Februari turun menjadi 105 kasus," bebernya.
Selama ini, kata dia, belum pernah terjadi penurunan kasus secara signifikan di masa pandemi. Penurunan ini diyakini dikarenakan mobilitas warga berkurang sehingga laju positif juga berhasil ditekan.
Baca juga: DKI Apresiasi Ganjil Genap di Bogor, Bima Arya: Karena Berdampak Kurangi Lonjakan Covid-19
"Ganjil genap bukanlah lockdown, sehingga masyarakat masih bisa menjalankan mobilitas, asal sesuai dengan kebijakan ganjil genap. Apalagi. Saat ini kebijakan ganjil genap hanya berlaku pada Sabtu dan Minggu pada pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB," katanya.
Sementara itu, Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengatakan, kebijakan ganjil genap sangat mempengaruhi tingkat kunjungan hotel. Terlebih pada minggu kedua saat libur panjang.
Selama ini, kata dia, belum pernah terjadi penurunan kasus secara signifikan di masa pandemi. Penurunan ini diyakini dikarenakan mobilitas warga berkurang sehingga laju positif juga berhasil ditekan.
Baca juga: DKI Apresiasi Ganjil Genap di Bogor, Bima Arya: Karena Berdampak Kurangi Lonjakan Covid-19
"Ganjil genap bukanlah lockdown, sehingga masyarakat masih bisa menjalankan mobilitas, asal sesuai dengan kebijakan ganjil genap. Apalagi. Saat ini kebijakan ganjil genap hanya berlaku pada Sabtu dan Minggu pada pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB," katanya.
Sementara itu, Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengatakan, kebijakan ganjil genap sangat mempengaruhi tingkat kunjungan hotel. Terlebih pada minggu kedua saat libur panjang.
Lihat Juga :