Selewengkan Dana Pemulihan Pariwisata, 7 Pejabat Buleleng Dijebloskan ke Tahanan
Rabu, 17 Februari 2021 - 20:36 WIB
loading...
Kejari Buleleng saat melakukan ekspose perkara dengan menahan 7 pejabat Dinas Pariwisata dengan dugaan korupsi dana hibah PEN, di Kantor Kejari Buleleng, Rabu (17/2/2021). Foto: SINDONews/Miftahul Chusna
A
A
A
DENPASAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng , Bali , resmi menahan tujuh dari delapan pejabat dinas pariwisata setempat, Rabu (17/2/2021). Mereka adalah tersangka kasus dugaan korupsi dana pemulihan pariwisata senilai Rp456 juta.
Ketujuh tersangka yaitu, Made SN, Nyoman AW, Putu S, Nyoman S, I Gusti Agung MA, Kadek W, dan Putu B. Mengenakan rompi orange, mereka sempat ditunjukkan ke hadapan media beserta barang bukti.
Baca juga: Dana Pemulihan Pariwisata Bali Rp9,9 Triliun Masuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional
Kepala Kejari Buleleng I Putu Gede Astawa mengatakan, penahanan dilakukan dengan pertimbangan para tersangka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti. "Juga untuk mempercepat penuntutan," katanya.
Baca juga: Mobilnya Hangus Terbakar di Bali, Ini Kata Pilot Cantik Calon Menantu Maia Estianty
Menurutnya, tempat penahanan ketujuh tersangka dipisah. Empat tersangka laki-laki dititipkan di Polres Buleleng. Sedangkan tiga tersangka perempuan di Polsek Sawan.
Sementara, untuk tersangka Nyoman GG belum dilakukan penahanan. "Tersangka Nyoman GG masih sakit dan kita periksa jika sudah sehat," papar Astawa.
Baca juga: Blitar Gempar, Pengusaha Nekat Jual Cafe dan Resto dengan Bonus Istri
Kedelapan tersangka ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan korupsi dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam bentuk dana hibah pariwisata. Total potensi kerugian negara sebesar Rp565 juta.
Ketujuh tersangka yaitu, Made SN, Nyoman AW, Putu S, Nyoman S, I Gusti Agung MA, Kadek W, dan Putu B. Mengenakan rompi orange, mereka sempat ditunjukkan ke hadapan media beserta barang bukti.
Baca juga: Dana Pemulihan Pariwisata Bali Rp9,9 Triliun Masuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional
Kepala Kejari Buleleng I Putu Gede Astawa mengatakan, penahanan dilakukan dengan pertimbangan para tersangka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti. "Juga untuk mempercepat penuntutan," katanya.
Baca juga: Mobilnya Hangus Terbakar di Bali, Ini Kata Pilot Cantik Calon Menantu Maia Estianty
Menurutnya, tempat penahanan ketujuh tersangka dipisah. Empat tersangka laki-laki dititipkan di Polres Buleleng. Sedangkan tiga tersangka perempuan di Polsek Sawan.
Sementara, untuk tersangka Nyoman GG belum dilakukan penahanan. "Tersangka Nyoman GG masih sakit dan kita periksa jika sudah sehat," papar Astawa.
Baca juga: Blitar Gempar, Pengusaha Nekat Jual Cafe dan Resto dengan Bonus Istri
Kedelapan tersangka ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan korupsi dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam bentuk dana hibah pariwisata. Total potensi kerugian negara sebesar Rp565 juta.
(nic)
Lihat Juga :