Ajukan Ulang Permohonan Dana Hibah, Pemkot Makassar Bersurat ke Pusat

Senin, 15 Februari 2021 - 07:41 WIB
loading...
Ajukan Ulang Permohonan...
Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin saat menerima perwakilan PHRI Sulsel usai melakukan aksi unjuk rasa terkait dana hibah pariwisata beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Kegagalan mengeksekusi suntikan dana hibah pariwisata tahap pertama tidak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar putus asa.

Pemkot masih berupaya agar pelaku usaha industri pariwisata hotel dan restoran bisa mendapatkan bantuan dana hibah tahun ini.

Terlebih, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf ) berencana memperluas cakupan penerima dana hibah pariwisata tahun ini.

Bukan hanya untuk hotel dan restoran , tetapi juga untuk usaha industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang lain.

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar, Kamelia Thamrin menyampaikan surat permohonan dana hibah pariwisata sudah dikirim ke pemerintah pusat.

Tidak hanya ke Kemeparekraf , pemkot juga mengirim surat ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Sudah kita kirim suratnya sejak dua pekan lalu. Kita tinggal menunggu balasan," kata Kamelia, kepada SINDOnews, Minggu (14/2/2021).

Hanya saja, dia belum mau berkomentar banyak. Kamelia berharap usaha dia untuk mendapatkan kembali bantuan dana hibah pariwisata membuahkan hasil.

"Nanti nah biar satu kali rilis. Tahapannya masih sampai situ (kita menyurat ke pusat), belum ada lain," beber dia.

Baca Juga: Kejar Dana Hibah Pariwisata, DPRD Makassar Siap Dampingi Pemkot ke Pusat

Pada tahap pertama, Kota Makassar merupakan satu dari 101 daerah di Indonesia yang mendapatkan bantuan dana hibah dari Kemenparekraf. Nilainya, Rp48,8 miliar.

Rencananya 70% atau Rp34,16 miliar anggaran itu diberikan kepada hotel dan restoran . Sisanya, 30% atau Rp14,64 miliar diperuntukkan bagi pemerintah untuk penanganan pandemi disektor pariwisata.

Namun hingga Desember 2020, Pemkot Makassar tak kunjung menyalurkan dana itu kepada hotel dan restoran . Padahal Rp24,4 miliar anggaran sudah dikirim ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin berharap ada titik terang terkait masalah dana hibah. Apalagi, Kemenparekraf telah menindaklanjuti permohonan pemkot dengan menyurat ke Kemenkeu.

" Kemenparekraf sudah menyurat juga ke Kemenkeu meminta kebijakan dana hibah Makassar 2020 yang sudah terlanjur masuk ke kas daerah bisa kita gunakan," ungkap Rudy.

Meski begitu, dia tidak begitu was-was. Sebab, program dana hibah masih terus berlanjut. Bantuan itu akan diberikan kepada pelaku usaha industri pariwisata yang tidak dapat tahap awal.

"Masih ada dana hibah 2021, itu untuk mereka yang tidak dapat 2020. Jidak ada masalah, karena tidak mungkin dobel. Jadi kalau sudah dapat tidak dapat lagi," papar dia.

Baca Juga: Pemkot Makassar Bentuk Tim Khusus Kejar Dana Hibah Pariwisata
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taman Perairan Kepulauan...
Taman Perairan Kepulauan Alor NTT Dapat Dana Hibah Rp28,4 Miliar dari World Bank
Selewengkan Dana Pemulihan...
Selewengkan Dana Pemulihan Pariwisata, 7 Pejabat Buleleng Dijebloskan ke Tahanan
Daikin Dukung Pengembangan...
Daikin Dukung Pengembangan Pariwisata Indonesia
Pengusaha Hotel Masih...
Pengusaha Hotel Masih Harapkan Kucuran Bantuan Pemerintah
Menparekraf Sandiaga:...
Menparekraf Sandiaga: Dana Hibah Pariwisata Cair Minggu Ini
Rekomendasi
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved