Cerita Pagi

Kisah Tragis Punahnya Banteng di Hutan Buru Belanda Cagar Alam Pangandaran

loading...
Usman menuturkan, sekitar tahun 1997 banteng masih terpantau di lokasi Cagar Alam, tetapi sekarang sudah tidak ada sama sekali.

Luas keseluruhan area lahan Cagar Alam Pananjung mencapai 1.000 hektare yang terdiri dari 37,7 hektare sebagai Taman Wisata Alam (TWA) sisanya sebagai Cagar Alam Pananjung dibagi menjadi dua kawasan yaitu Cagar Alam seluas 419,3 hektare dan area Cagar Alam Laut seluas 470 hektare.
Kisah Tragis Punahnya Banteng di Hutan Buru Belanda Cagar Alam Pangandaran

Foto/disparbud.jabarprov.go.id

"Kawasan TWA sendiri dikelola oleh Perum Perhutani dan kawasan Cagar Alam di bawah pengelolaan BKSDA," kata Usman (55) terang Usman.
Kisah Tragis Punahnya Banteng di Hutan Buru Belanda Cagar Alam Pangandaran

Foto/disparbud.jabarprov.go.id

Sebagai pengganti banteng yang punah, tahun 2003 dipopulasikan delapan ekor sapi Bali. Sapi Bali dipilih karena bentuknya mirip dengan banteng.

"Kini panorama banteng tinggal kenangan, harapan saya di Cagar Alam kembali ada banteng sebagai sarana edukasi untuk masyarakat," pungkasnya.
(shf)
halaman ke-2 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top