Semarang Dikepung Banjir Dipicu Kurangnya Resapan dan Penurunan Muka Tanah

Selasa, 09 Februari 2021 - 16:42 WIB
loading...
A A A
Hal itu belum termasuk alih fungsi lahan akibat perubahan cara pemanfaatan lahan, lahan hutan berubah menjadi perkebunan budidaya dan tanaman semusim juga berpotensi menurunkan fungsi resapan air.

Ia mengatakan, jika alih fungsi lahan ini terjadi di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) akan menimbulkan erosi, longsor dan berkurangnya tutupan lahan yang akan berdampak terhadap biodiversitas (keragaman hayati) kawasan hijau tersebut.

Selain tekanan ekologi akibat berkurangnya daerah resapan, kata dia, Kota Semarang juga tengah mengalami penurunan muka tanah hingga mencapai 15 cm per tahun. Bahkan studi tahun 2007 telah memprediksi di tahun 2020, muka tanah di sebagian wilayah kota Semarang 1,5-2 meter di bawah permukaan laut.

Namun demikian, beberapa strategi pembangunan fisik, seperti pembangunan Waduk Jatibarang, pompanisasi di Kawasan langganan banjir serta pembangunan sabuk laut Semarang-Demak perlu diapresiasi oleh semua pihak dalam rangka mengurangi bencana banjir dan rob di Kota Semarang.

“Akan tetapi program fisik tersebut perlu disertai program-program ekologis untuk mengawalnya disertai penyadaran masyarakat kota akan pentingnya keseimbangan ekologi,” ujarnya.

Munasik mencontohkan, seperti kegiatan padat karya reboisasi lahan atas oleh masyarakat, rehabilitasi pesisir dan garis pantai Kota Semarang dengan penanaman mangrove dan vegetasi pantai.

Disamping itu, Pemerintah Kota Semarang juga meningkatkan fungsi pengendalian alih fungsi lahan baik melalui pengetatan izin pemanfaatan lahan kota atas serta evaluasi RTRW Kota Semarang secara periodik.

Menurut dia, penanganan banjir harus menjadi prioritas pembangunan Kota Semarang ke depan, karena bencana banjir ini tidak hanya berakibat terhadap keselamatan jiwa warga, terganggunya pelayanan publik dan aktivitas ekonomi di daratan, tetapi juga berdampak terhadap sumber daya pesisir dan laut.

Pasalnya, air limpasan banjir berupa air tawar, keruh mengandung sedimen dan bahan pencemar akan mengganggu keseimbangan kehidupan pesisir dan laut. “Jika hal ini terjadi terus menerus akan merusak ekologi pesisir dan laut secara permanen yang ditandai dengan pantai yang keruh, perairan pantai semakin tawar,” ujarnya.

Akibatnya ikan dan biota bentik akan mati atau berenang menuju kelaut lepas. Sehingga bencana hidrometeorologi ini akan mengurangi produktivitas perikanan perairan laut Kota Semarang. “Mari berupaya untuk tertib di darat untuk keberlanjutan di laut,” katanya.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jatimulya Diterjang...
Jatimulya Diterjang Banjir Satu Meter, Banyak Pengendara Motor yang Mogok
Peduli Korban Banjir,...
Peduli Korban Banjir, Luby Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Bekasi
Tebing Tol Semarang...
Tebing Tol Semarang ABC Longsor Sepanjang 100 Meter, Tutup Akses ke Permukiman Warga
Banjir Rendam Ribuan...
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Muarojambi, 3 Desa Terisolasi
Banjir Meluas, 7 Kecamatan...
Banjir Meluas, 7 Kecamatan di Muarojambi Terendam
Banjir dan Longsor Terjang...
Banjir dan Longsor Terjang Kota Padangsidimpuan, Satu Orang Tewas
Sungai Batanghari Meluap,...
Sungai Batanghari Meluap, 30 Sekolah di Muarojambi Terendam Banjir
Bank Jatim Salurkan...
Bank Jatim Salurkan Donasi untuk Korban Banjir Bandang Situbondo
BPBD Kota Bekasi Sebut...
BPBD Kota Bekasi Sebut Pengungsi Banjir Telah Kembali ke Rumah
Rekomendasi
Tarif Impor Trump Jadi...
Tarif Impor Trump Jadi Mimpi Buruk Industri Otomotif China
Kota Kelahiran Cleopatra...
Kota Kelahiran Cleopatra Ditemukan setelah Ribuan Tahun Menghilang
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Berita Terkini
Arus Balik di Cipali-Palikanci...
Arus Balik di Cipali-Palikanci dan Pantura Cirebon Ramai Lancar
1 jam yang lalu
Arus Balik Lebaran di...
Arus Balik Lebaran di Lingkar Barat Nagreg Macet Mengular hingga 5 Kilometer
1 jam yang lalu
Polisi Dibegal di Jalan...
Polisi Dibegal di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang Bekasi, Motornya Dibawa Kabur Pelaku
2 jam yang lalu
Lerai Bentrokan Warga,...
Lerai Bentrokan Warga, Kanit Intel Polsek Wahai Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal
2 jam yang lalu
Garda Satu Apresiasi...
Garda Satu Apresiasi Kebijakan Dedi Mulyadi Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan
3 jam yang lalu
Kabaharkam Polri Imbau...
Kabaharkam Polri Imbau Pemudik di Bakauheni Waspada di Perjalanan
3 jam yang lalu
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved