Pembangunan Bendungan Jenelata, Tim Appraisal Diharap Transparan
loading...
A
A
A
GOWA - Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni meminta tim appraisal (penilai) pengadaan lahan Bendungan Jenelata bekerja secara terbuka dan transparan ke pemilik lahan.
Permintaan ini disampaikan saat menerima kunjungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa.
"Tim appraisal dituntut untuk bekerja transparan terkait penilaian tanah untuk Bendungan Jenelata . Jangan ada yang terkesan ditutup-tutupi," ujar Abd Rauf Malaganni di ruang kerjanya, Selasa (9/2/2020).
Menurut Wabup Gowa , keterbukaan ini penting agar masyarakat bisa memperoleh informasi yang jelas. Sehingga proses pelaksanaan pembebasan lahan pembangunan Bendungan Jenelata berjalan lancar.
"Tim penilai harus mengidentifikasi dengan jelas yang ada dalam lokasi, yang terpenting adalah keterbukaan kepada masyarakat," tekan Kr Kio panggilan akrab Wabup Gowa .
Sementara itu, PPK Pengadaan Tanah SNVT Pembangunan Bendungan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang , Muh Ikhsan Hatta mengatakan, ada sebanyak 500 bidang tanah yang akan dinilai oleh tim appraisal dan penilaian akan dimulai besok, Rabu (10/2/2021).
Baca Juga: Dana Rp450,3 M Disiapkan untuk Pembebasan Lahan Bendungan Jenelata
"Insyaallah besok tim appraisal sudah akan turun melaksanakan kegiatan lapangan identifikasi di lapangan terkait dengan hasil ukur BPN sebanyak 500 bidang dengan luas kurang lebih 131 hektare," ujarnya.
Ikhsan menyebutkan, tahap penilaian appraisal ini akan menentukan nilai yang akan keluar dari hasil inventarisasi dan identifikasi tim appraisal di lapangan terkait dengan harga tanah.
Permintaan ini disampaikan saat menerima kunjungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa.
"Tim appraisal dituntut untuk bekerja transparan terkait penilaian tanah untuk Bendungan Jenelata . Jangan ada yang terkesan ditutup-tutupi," ujar Abd Rauf Malaganni di ruang kerjanya, Selasa (9/2/2020).
Menurut Wabup Gowa , keterbukaan ini penting agar masyarakat bisa memperoleh informasi yang jelas. Sehingga proses pelaksanaan pembebasan lahan pembangunan Bendungan Jenelata berjalan lancar.
"Tim penilai harus mengidentifikasi dengan jelas yang ada dalam lokasi, yang terpenting adalah keterbukaan kepada masyarakat," tekan Kr Kio panggilan akrab Wabup Gowa .
Sementara itu, PPK Pengadaan Tanah SNVT Pembangunan Bendungan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang , Muh Ikhsan Hatta mengatakan, ada sebanyak 500 bidang tanah yang akan dinilai oleh tim appraisal dan penilaian akan dimulai besok, Rabu (10/2/2021).
Baca Juga: Dana Rp450,3 M Disiapkan untuk Pembebasan Lahan Bendungan Jenelata
"Insyaallah besok tim appraisal sudah akan turun melaksanakan kegiatan lapangan identifikasi di lapangan terkait dengan hasil ukur BPN sebanyak 500 bidang dengan luas kurang lebih 131 hektare," ujarnya.
Ikhsan menyebutkan, tahap penilaian appraisal ini akan menentukan nilai yang akan keluar dari hasil inventarisasi dan identifikasi tim appraisal di lapangan terkait dengan harga tanah.