Pengerjaan Jembatan Bialo Bulukumba Tahap Keempat Rusak, DPRD Minta Audit

Selasa, 09 Februari 2021 - 15:08 WIB
loading...
Pengerjaan Jembatan...
Anggota DPRD Bulukumba saat meninjau progres pengerjaan pembangunan Jembatan Bialo. Foto: Istimewa
A A A
BULUKUMBA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, mendesak penegak hukum untuk melakukan audit terhadap proses pengerjaan Jembatan Bialo tahap keempat yang mengalami kerusakan.

Pasalnya, pengerjaan tersebut dianggap akan menjadi mubassir jika tahap kelima dilanjutkan, sementara pengerjaan tahap keempat saat ini sudah mengalami kerusakan.

Anggota Komisi C DPRD Bulukumba , Abu Thalib menilai jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba terkesan memaksakan pengerjaan tahap kelima Jembatan Bialo .

Baca Juga: Diskominfo Bulukumba Bakal Tambah 18 Titik Akses Internet Gratis

"Lelang dilakukan secara diam-diam dan memenangkan penawar tertinggi. Pengerjaan tahap keempat saat ini dalam kondisi rusak, jadi harus diperbaiki dulu baru tahap lima dikerjakan. Jangan terkesan dipaksakan untuk dikerjakan," katanya, Selasa, (9/02/2021).

Selain itu, pengerjaan tahap kelima jembatan Bialo yang terletak di Keluarahan Bintarore, Kecamatan Ujungbulu itu. Dianggap hanya akan menghabiskan anggaran tanpa memikirkan kualitas yang akan dilahirkan dari pengerjaan tersebut.

"Harus dilakukan audit khusus soal ini, setelah dilakukan audit dan perbaikan. Baru tahap kelima ini dilanjutkan. Karena kalau seperti ini modelnya, sama saja pemerintah memperkaya pihak lain," tegas legislator Golkar tersebut.

Diketahui, pengerjaan Jembatan Bialo ini telah melalui beberapa proses anggaran. Tahap pertama dialokasikan, sebesar Rp10,5 Miliar dan tahap kedua dialokasikan sebesar Rp9 Miliar.

Selanjutnya, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran tahap ketiga sebesar Rp6 Miliar lebih dan ditahap keempat. Pemerintah mengajukan Rp27 miliar namun hanya mendapat alokasi sebesar Rp22 miliar untuk lanjutan pengerjaan.

Hanya saja, dalam proses pelaksanaan tahap pertama. Pengerjaan jembatan yang diproyeksi menjadi ikon baru Bulukumba dianggap bermasalah dan diusut pihak penegak hukum.

Baca Juga: Gedung Baru Laboratorium dan Fisioterapi Lengkapi Pelayanan RSUD Bulukumba

Di tahap ketiga, pengerjaan kembali dilanjutkan. Hanya saja, pengerjaan tersebut kembali mengalami kerusakan sehingga dianggap pengerjaan itu kembali dianggap hanya dikerja asal-asalan.

"Jika pemerintah memikirkan pembangunan yang tepat sasaran, seharunya penawaran terendahlah yang dimenangkan. Sehingg selisi angagran yang ada bisa dialokasikan ke pekerjaan lainnya," sambung Thalib.

Senada dengan Ketua Komisi A DPRD Bulukumba , Andi Pangeran Hakim. Ia menerangkan jika Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bulukumba telah mengumumkan lima perusahaan yang memenuhi krateria dan meloloskan penawar tertinggi dalam lelang tersebut.

"Ada lima peserta menang, masing-masing dengan nilai penawaran yang berbeda. Ada yang terendah tapi tidak dimenangkan, sehingga pemerintah kesannya tidak melakukan efesiensi anggaran," ujarnya.

Kelima pemenang tersebut yakni, PT Radjasa Tomaks Globalindo dengan nilai penawaran sebesar Rp19 miliar lebih, disusul PT Hanako Surya Sakti dengan nilai penawaran sebesar Rp22,8 miliar lebih.

Selanjutnya, PT Trikarya Utama Cendana dengan nilai penawaran Rp22,4 miliar lebih, PT Cipta Bahagia Utama dengan nilai penawaran Rp22,5 miliar lebih dan PT Gunung Raya Bulukumba sebesar Rp22,8 miliar lebih nilai tawar.

Baca Juga: Nurdin Abdullah Ajak Dialog Masyarakat Pantai Bara Bulukumba

"Harusnya yang dimenangkan itu penawar terendah agar pemerintah memiliki selisi anggaran yang bisa dialokasikan ke program lainnya yang sangat perlu dilakukan," terang legislator PPP ini.

Andi Pangeran memastikan, jika pemerintah mampu mendapatkan selisi anggaran sebesar Rp2 miliar dari nilai penawaran tersebut. Anggaran tersebut dapat digunakan untuk pembangunan pemecah ombak yang menunjang jembatan tersebut.

"Jadi selisi anggaran yang ada dialokasikan untuk pemecah ombak. Jadi volume jembatan tetap sama tapi ditambah dengan pembuatan pemecah ombak agar jembatan Bialo tidak lagi rusak setelah dikerjakan," terangnya.

Andi Pangeran berharap agar Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali bersama UPL bisa berpikir lebih baik lagi."Bupati dan UPL harus memikirkan ini karena ini sama saja melakukan efesiensi anggaran untuk pembangunan Bulukumba yang lebih baik," pungkasnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Memilukan! Alimuddin,...
Memilukan! Alimuddin, Warga Bulukumba Meninggal Sesaat setelah Perekaman E-KTP untuk BPJS
Infrastruktur Penunjang...
Infrastruktur Penunjang Pariwisata Bira Capai 90%, Diyakini Bakal Beri Kenyamanan
Bekas Galian Tambang...
Bekas Galian Tambang Longsor, 4 Petani di Bulukumba Tewas Tertimbun
Disdukcapil Bulukumba...
Disdukcapil Bulukumba Ajak DWP Edukasi Warga Miliki Dokumen Adminduk
Wabup Bulukumba Terima...
Wabup Bulukumba Terima Kunjungan Studi Banding Baznas Gowa
DPRD Minta Pembangunan...
DPRD Minta Pembangunan Bandara Wisata Bulukumba Diprioritaskan
Rekomendasi
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Berita Terkini
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved