Kebijakan 2 Hari di Rumah Saja Dinilai Persulit Penanganan Korban Bencana
Senin, 08 Februari 2021 - 13:48 WIB
loading...
A
A
A
Pada Sabtu-Minggu atau saat berlakunya kebijakan Gubernur Jateng itu, pasar tradisional terpantau sepi. Hal ini tentu saja merugikan para pelaku usaha sektor informal yang beraktivitas di berbagai pasar tradisional itu.
"Masyarakat justru terbebani dengan kebijakan 2 Hari di Rumah Saja. Ini jelas kebijakan yang tidak efektif," kata wakil rakyat asal Jepara ini, Senin (8/2/2021). Baca juga: Sebagian Wilayah Kota Bekasi Masih Terendam Banjir 20-40 Cm
Tak hanya itu, menurut Abdul Wachid kebijakan Gubernur Jateng ini juga berdampak pada penanganan korban bencana . Ia mencontohkan seperti kegiatan peduli korban bencana yang dilakukan oleh DPD Gerindra Jateng maupun jajaran DPC di sejumlah kabupaten/kota.
Dapur umum yang didirikan Gerindra kesulitan memperoleh bahan baku makanan karena selama dua hari pasar tradisional sepi aktivitas jual beli. Dan jika kebutuhan pokok itu ada harganya jugajuga melonjak.
"Masyarakat justru terbebani dengan kebijakan 2 Hari di Rumah Saja. Ini jelas kebijakan yang tidak efektif," kata wakil rakyat asal Jepara ini, Senin (8/2/2021). Baca juga: Sebagian Wilayah Kota Bekasi Masih Terendam Banjir 20-40 Cm
Tak hanya itu, menurut Abdul Wachid kebijakan Gubernur Jateng ini juga berdampak pada penanganan korban bencana . Ia mencontohkan seperti kegiatan peduli korban bencana yang dilakukan oleh DPD Gerindra Jateng maupun jajaran DPC di sejumlah kabupaten/kota.
Dapur umum yang didirikan Gerindra kesulitan memperoleh bahan baku makanan karena selama dua hari pasar tradisional sepi aktivitas jual beli. Dan jika kebutuhan pokok itu ada harganya jugajuga melonjak.
(don)
Lihat Juga :