Polisi Hati-hati Selidiki Tewasnya Penari Sakral yang Tertusuk Keris di Bali
Minggu, 07 Februari 2021 - 15:33 WIB
loading...
A
A
A
Dari laporan yang diterima, dia menjelaskan upacara adat yang digelar dalam situasi pandemi itu tidak melanggar aturan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Jumlah peserta upacara sekitar 30 orang saja.
Terkait ada tidaknya unsur pidana, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, baik dari pihak penyelenggara upacara maupun keluarga korban.
Jansen menandaskan, penyelidikan kasus ini harus dilakukan secara hati-hati karena menyangkut budaya dan adat. "Kita akan berkonsultasi dengan tokoh agama dan adat," imbuhnya.
Gede tewas setelah tertusuk keris saat mementaskan tari rangda dalam rangkaian upacara Napak Pertiwi di sebuah sanggar di Banjar Blong Gede, Jalan Sutomo No 44 Denpasar, Rabu, 3 Februari 2021 malam. Korban sempat dirawat di RS Wangaya namun akhirnya tidak tertolong.
Terkait ada tidaknya unsur pidana, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, baik dari pihak penyelenggara upacara maupun keluarga korban.
Jansen menandaskan, penyelidikan kasus ini harus dilakukan secara hati-hati karena menyangkut budaya dan adat. "Kita akan berkonsultasi dengan tokoh agama dan adat," imbuhnya.
Gede tewas setelah tertusuk keris saat mementaskan tari rangda dalam rangkaian upacara Napak Pertiwi di sebuah sanggar di Banjar Blong Gede, Jalan Sutomo No 44 Denpasar, Rabu, 3 Februari 2021 malam. Korban sempat dirawat di RS Wangaya namun akhirnya tidak tertolong.
(shf)
Lihat Juga :