Disdukcapil Kabupaten Bekasi Ungkap 2 Persen Warganya Belum Punya e-KTP
Jum'at, 05 Februari 2021 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
Biasanya mereka membuat KTP saat ada keperluan administrasi seperti ketika ke rumah sakit agar mendapatkan jaminan kesehatan harus memiliki identitas yakni e-KTP.
Hudaya mengakui, selama ini pemerintah terus mengencarkan sosialiasi hingga jemput bola ke desa-desa, hingga lingkungan masyarakat dalam proses pembuatan e-KTP. Bahkan, petugas kerap melakukan jemput bola di sekolah, bagi usia yang sudah 17 tahun. Pelayanan perekaman e-KTP juga dipermudah dengan bisa dilakukan di kantor kecamatan.
Untuk itu, bagi masyarakat yang membutuhkan kepengurusan kependudukan dan catatan sipil bisa secara online. Sebab, pelayanan secara tatap muka dibatasi atau ditiadakan sementara untuk menghindari penyebaran wabah corona saat melakukan pengurusan tatap muka. Baca juga: Gubernur Anies Pecat Lurah Penerbit KTP Elektronik Djoko Tjandra
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Kholiq Qudratullah meminta pemerinta setempat gencar melakukan sosialisi pentingnya memilik e-KTP. “Harusnya rajin sosialiasi hingga pelosok desa, karena wilayah kita ini sangat luas, jadi masyarakat mala mengurus e-KTP,” katanya.
Meskipun angka warga Kabupaten Bekasi yang belum memiliki e-KTP hanya dua persen, namun pemerintah tahun ini harus menargetkan seluruh warganya untuk melakukan perekaman e-KTP, karena identitas ini sangat penting bagi warga. “Kalau bisa terobosan agar warga mau ikut perekaman e-KTP,” tegasnya.
Hudaya mengakui, selama ini pemerintah terus mengencarkan sosialiasi hingga jemput bola ke desa-desa, hingga lingkungan masyarakat dalam proses pembuatan e-KTP. Bahkan, petugas kerap melakukan jemput bola di sekolah, bagi usia yang sudah 17 tahun. Pelayanan perekaman e-KTP juga dipermudah dengan bisa dilakukan di kantor kecamatan.
Untuk itu, bagi masyarakat yang membutuhkan kepengurusan kependudukan dan catatan sipil bisa secara online. Sebab, pelayanan secara tatap muka dibatasi atau ditiadakan sementara untuk menghindari penyebaran wabah corona saat melakukan pengurusan tatap muka. Baca juga: Gubernur Anies Pecat Lurah Penerbit KTP Elektronik Djoko Tjandra
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Kholiq Qudratullah meminta pemerinta setempat gencar melakukan sosialisi pentingnya memilik e-KTP. “Harusnya rajin sosialiasi hingga pelosok desa, karena wilayah kita ini sangat luas, jadi masyarakat mala mengurus e-KTP,” katanya.
Meskipun angka warga Kabupaten Bekasi yang belum memiliki e-KTP hanya dua persen, namun pemerintah tahun ini harus menargetkan seluruh warganya untuk melakukan perekaman e-KTP, karena identitas ini sangat penting bagi warga. “Kalau bisa terobosan agar warga mau ikut perekaman e-KTP,” tegasnya.
(mhd)
Lihat Juga :