Sandiaga Uno Dorong Startup Tanah Air Catatkan Saham IPO
Sabtu, 16 Mei 2020 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Akan tetapi, Sandi memberi catatan, otoritas bursa, yakni Bursa Efek Indonesia dan otoritas pasar modal, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK), harus beradaptasi dengan menyederhanakan regulasi agar lebih banyak lagi perusahaan yang akan melantai di pasar modal Tanah Air.
Sebab bila tidak, bukan tidak mungkin, perusahaan rintisan dengan valuasi unicorn atau US$ 1miliar (sekitar Rp15 triliun, asumsi kurs Rp15.000 per USD dan decacorn atau valuasi USD 10 miliar (Rp150 triliun) bisa melantai di bursa saham luar negeri, bukan BEI. (BACA JUGA: Terdampak COVID-19, Google Siapkan Bantuan untuk Media di Indonesia)
"Kalau bursa kita, BEI, lalu OJK kita gak berubah, ya orang-orang akan invest di luar negeri, dan akan IPO-nya perusahaan-perusahaan kita bukan di bursa kita. Jadi kayak Gojek, Tokopedia, ah sudah lah kita ke Nasdaq aja atau ke Hong Kong Stock Exchange, gak di BEI," tutur Sandi.
Sebab bila tidak, bukan tidak mungkin, perusahaan rintisan dengan valuasi unicorn atau US$ 1miliar (sekitar Rp15 triliun, asumsi kurs Rp15.000 per USD dan decacorn atau valuasi USD 10 miliar (Rp150 triliun) bisa melantai di bursa saham luar negeri, bukan BEI. (BACA JUGA: Terdampak COVID-19, Google Siapkan Bantuan untuk Media di Indonesia)
"Kalau bursa kita, BEI, lalu OJK kita gak berubah, ya orang-orang akan invest di luar negeri, dan akan IPO-nya perusahaan-perusahaan kita bukan di bursa kita. Jadi kayak Gojek, Tokopedia, ah sudah lah kita ke Nasdaq aja atau ke Hong Kong Stock Exchange, gak di BEI," tutur Sandi.
(vit)
Lihat Juga :