Merapi Masih Berbahaya, Selasa Pagi Ada 7 Kali Semburan Lava Pijar
Selasa, 02 Februari 2021 - 11:53 WIB
loading...
Gunung Merapi, menujukkan aktivitas vulkaniknya, dengan luncuran lava pijar pada Selasa (2/2/2021) pagi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SLEMAN - Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitas vulkaniknya, yaitu berupa luncuran lava pijar . Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Geologi (BPPTKG) mencatat, pada Selasa (2/2/2021) terjadi guguran lava pijar sebanyak tujuh kali dengan jarak luncur 800 meter ke barat daya hulu Sungai Krasa dan Boyong.
Baca juga: Volume Kubah Lava Merapi Berkurang, Tapi Potensi Lava Pijar dan Awan Panas Masih Tinggi
Guguran lava pijar tersebut terjadi para priode pukul 00.00-06.00 WIB. Dalam periode yang sama juga terjadi gempa guguran 34 kali, dengan amplitudo 3-28 mm, durasi 8-17 detik, gempa hybrid atau fase banyak satu kali, amplitudo 3 mm, S-P 0-3 detik, selama enam detik dan gempa tektonik jauh satu kali, amplitudo 3 mm, S-P 13 detuk, durasi 30 detik. "Secara visual asap kawah tidak teramati," kata petugas penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi BPTTKG, Heru Suparwaka, Selasa (2/2/2021).
Baca juga: Dibakar Cemburu, Polisi Berseragam Polda Sulawesi Selatan Ancam Tembak Pasutri di Bone
Sedangkan, dalam pemngamatan Senin (1/2/2021) pukul 18.00-24.00 WIB juga terjadi 16 kali guguran lava pijar dengan jarak 800 meter mengarah ke barat daya hulu Sungai Krasak, dan Boyong. Gempa guguran 15 kali dan gempa tektonik jauh satu kali. Hingga sekarang status Merapi masih level III (siaga).
Baca juga: Ketahuan Selingkuh dan dengan Sadis Bakar Istrinya, Pria Ini Nangis Ditembak Polisi
Potensi bahaya berupa guguran lava pijar dan awan panas ke sektor selatan barat daya hulu Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Beberng, dan Putih, sejauh 5 km, dan lontaran letuasan radius 3 km dari puncak.
Baca juga: Volume Kubah Lava Merapi Berkurang, Tapi Potensi Lava Pijar dan Awan Panas Masih Tinggi
Guguran lava pijar tersebut terjadi para priode pukul 00.00-06.00 WIB. Dalam periode yang sama juga terjadi gempa guguran 34 kali, dengan amplitudo 3-28 mm, durasi 8-17 detik, gempa hybrid atau fase banyak satu kali, amplitudo 3 mm, S-P 0-3 detik, selama enam detik dan gempa tektonik jauh satu kali, amplitudo 3 mm, S-P 13 detuk, durasi 30 detik. "Secara visual asap kawah tidak teramati," kata petugas penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi BPTTKG, Heru Suparwaka, Selasa (2/2/2021).
Baca juga: Dibakar Cemburu, Polisi Berseragam Polda Sulawesi Selatan Ancam Tembak Pasutri di Bone
Sedangkan, dalam pemngamatan Senin (1/2/2021) pukul 18.00-24.00 WIB juga terjadi 16 kali guguran lava pijar dengan jarak 800 meter mengarah ke barat daya hulu Sungai Krasak, dan Boyong. Gempa guguran 15 kali dan gempa tektonik jauh satu kali. Hingga sekarang status Merapi masih level III (siaga).
Baca juga: Ketahuan Selingkuh dan dengan Sadis Bakar Istrinya, Pria Ini Nangis Ditembak Polisi
Potensi bahaya berupa guguran lava pijar dan awan panas ke sektor selatan barat daya hulu Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Beberng, dan Putih, sejauh 5 km, dan lontaran letuasan radius 3 km dari puncak.
(eyt)
Lihat Juga :