Video Orang Terikat Dirampok Gemparkan Cianjur, Polisi: Itu Rekayasa

Selasa, 02 Februari 2021 - 11:39 WIB
loading...
Video Orang Terikat...
Viral video orang diikat dan jadi korban begal di Cianjur, ternyata hoaks. Foto/Ilustrasi
A A A
CIANJUR - Jajang Drajad, pria yang membuat video pria tergeletak dengan tangan dan leher terikat, akhirnya meminta maaf. Melalui sebuah video, Jajang mengaku rekaman berisi dirinya terikat hanya rekayasa .

Baca juga: Kabar Soal Vaksin Sering Dibikin Hoaks, Erick Thohir Jengkel

Akun Instagram, @visitcianjur mengunggah sebuah video berdurasi 45 detik berisi pengakuan Jajang Sudrajad. Unggahan video itu pun viral , disukai oleh 1.894 netizen.

"Assalamualaikum warrahmatulahi wabarakatuh. Nama, saya Jajang Drajad. Tadi, masalah kerampokan , itu cuman bohong. Itu rekayasa saya. Mohon maaf sebanyak-banyak. Mohon maaf lahir batin kepada semuanya, kapolsek, kapolres. Kepada masyarakat semuanya, mohon maaf. Terima kasih. Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh," kata Jajang.



Kapolres Cianjur, AKBP Mohammad Rifai mengatakan, penyidik Satreskrim Polres Cianjur, telah memanggil Jajang Drajad, pria terikat dalam video yang viral tersebut. Pemeriksaan terhadap Jajang dilakukan untuk mengetahui motif pelaku membuat video tersebut.

"Iyaa (video pria terikat itu rekayasa alias hoaks). Kami panggil (pelaku Jajang Drajad). Motifnya apa membuat berita hoaks begitu?" kata Mohammad Rifai, Selasa (2/2/2021). Baca juga: Ketahuan Selingkuh dan dengan Sadis Bakar Istrinya, Pria Ini Nangis Ditembak Polisi

Dia mengemukakan, jika memang membuat resah dan ada unsur kesengajaan, Polres Cianjur akan mengambil langkah-langkah hukum terhadap pelaku Jajang Drajad. "Masyarakat kita sedang lelah dengan situasi seperti ini, nanti kita liat hasilnya (penyelidikan) dulu," ujarnya.

Video rekaman warga menolong seorang pria yang tergeletak dengan tangan dan leher terikat, viral di sosial media (sosmed). Warga dalam rekaman menyebutkan, pria tersebut menjadi korban pembegalan .

Baca juga: Final Fun Futsal Cup Dipadati Penonton, Polda Sumatera Utara Lakukan Penyelidikan

Dalam video berdurasi 1,17 menit itu, menunjukkan beberapa orang warga menemukan seorang pria dengan kondisi mengenaskan. Pria berjaket biru dan berkaca mata itu tergeletak dengan posisi menyamping. Kedua tangan terikat ke belakang dan tampak korban kesulitan bernapas akibat ikatan di lehernya.

"Buka, buka karunya, oh beuheungna ditalian (buka buka kasihan, oh lehernya terikat)," ujar warga berbahasa Sunda di dalam rekaman sembari berusaha membuka tali ikatan.

"Kanyahoanna geus ngagoler, urang rek nulungan tapi sieun. Kabur ka beulah ditu (Ketahuan sudah tergeletak, saya mau menolong tapi takut, kabur ke sana)," kata warga lain mempertegas.

Baca juga: Dibakar Cemburu, Polisi Berseragam Polda Sulawesi Selatan Ancam Tembak Pasutri di Bone

Beredarnya video itu di grup WhatsApp (WA) sempat mendapat beragam tanggapan. Banyak di antara mereka merasa prihatin dengan kondisi korban yang mengenaskan. Unggahan di grup WA juga menyebutkan peristiwa itu terjadi di sekitar daerah Cugenang, Cianjur.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Motif Menantu Tega Bunuh...
Motif Menantu Tega Bunuh Eks Mertua di Pekanbaru karena Sakit Hati dan Ingin Kuasai Harta
Bunuh Mantan Mertua,...
Bunuh Mantan Mertua, Menantu Gasak Perhiasan hingga Dolar Singapura
Dari Wonosobo, Jawa...
Dari Wonosobo, Jawa Tengah Nyatakan Perang Melawan Hoaks
Viral Perampokan Sadis...
Viral Perampokan Sadis di SPBU Kebalen Bekasi, Polisi Buru 4 Pelaku
Suami Tewas dan Istri...
Suami Tewas dan Istri Kritis, Polisi Buru Perampok Sadis di Bekasi
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
Rekomendasi
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Berita Terkini
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Hotel Sultan Tercatat...
Hotel Sultan Tercatat sebagai Barang Milik Negara, Pengelolaan Aset Ikuti PMK
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved