Ekspor Kopi Tahun Ini Diproyeksikan Mencapai 70.000 Ton
Senin, 01 Februari 2021 - 06:38 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian pada triwulan III 2020 mulai turun -14% dan pada triwulan IV 2020 -16%. “Selain akibat pandemi, penyebab penurunan ekpsor juga disebabkan kelangkaan kontainer dalam pengiriman barang. Kalaupun ada, harganya sangat mahal sekali karena ada kenaikan tarif hingga 300%,” imbuhnya.
Baca juga: Tak Terima Warungnya Dirazia, Pemilik Warung di Tuban Nekat Tabrak Truk Satpol PP
Ichwan mengungkapkan, ekspor kopi tahun lalu menyasar 16 negara tujuan. Sekitar 5 negara diantaranya merupakan negara tujuan ekspor non tradisional yang relatif baru bagi eksportir Jatim. Yakni Filipina, Georgia, Uni Emirat Arab (UEA), Rusia dan Hong Kong.
Sementara negara tujuan ekspor yang selama ini sudah menjadi langganan kopi dari Jatim diantaranya Mesir, Italia, Malaysia, Jepang, Inggris, Taiwan, Belgia, Amerika Serikat, Thailand, Maroko dan Timor Leste. “Ekspor terbesar kopi Jatim adalah ke Mesir sekitar 28,48%. Disusul Italia 10,40%, Malaysia 9,41%, Jepang 8%, Inggris 6% dan Taiwan 4,16%,” pungkasnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, selama Januari - Desember 2020, ekspor Jatim sebesar USD19,22 miliar atau turun 5,29% dibanding Januari - Desember 2019. Sedangkan untuk impor, selama Januari - Desember 2020 sebesar USD19,99 miliar atau turun sebesar 14,36% dibandingkan Januari - Desember 2019, yakni sebesar USD23,34 miliar.
Baca juga: Tak Terima Warungnya Dirazia, Pemilik Warung di Tuban Nekat Tabrak Truk Satpol PP
Ichwan mengungkapkan, ekspor kopi tahun lalu menyasar 16 negara tujuan. Sekitar 5 negara diantaranya merupakan negara tujuan ekspor non tradisional yang relatif baru bagi eksportir Jatim. Yakni Filipina, Georgia, Uni Emirat Arab (UEA), Rusia dan Hong Kong.
Sementara negara tujuan ekspor yang selama ini sudah menjadi langganan kopi dari Jatim diantaranya Mesir, Italia, Malaysia, Jepang, Inggris, Taiwan, Belgia, Amerika Serikat, Thailand, Maroko dan Timor Leste. “Ekspor terbesar kopi Jatim adalah ke Mesir sekitar 28,48%. Disusul Italia 10,40%, Malaysia 9,41%, Jepang 8%, Inggris 6% dan Taiwan 4,16%,” pungkasnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, selama Januari - Desember 2020, ekspor Jatim sebesar USD19,22 miliar atau turun 5,29% dibanding Januari - Desember 2019. Sedangkan untuk impor, selama Januari - Desember 2020 sebesar USD19,99 miliar atau turun sebesar 14,36% dibandingkan Januari - Desember 2019, yakni sebesar USD23,34 miliar.
(msd)
Lihat Juga :