Pernyataan Bupati Jayawijaya Dinilai Lecehkan Pengusaha Asli Papua, Gapensi Minta Klarifikasi
Senin, 01 Februari 2021 - 02:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 15 Ribuan Porang Ditanam Perdana Petani Nimbokrang
Usai melakukan klarifikasi dengan ULP, Kata Ketua Gapensi, pihaknya akan melakukan konfirmasi kepada kontraktornya atau pemilik perusahaan yang dipakai apakah benar mereka yang bekerja atau perusahaan mereka hanya dipakai ini akan diklarifikasi dan memberikan keterangan kepada pers.
“Jika ini melakukan pencemaran nama baik kami sebagai pengusaha asli Papua, maka kami akan melakukan proses lanjut, kami juga perlu sampaikan apakah 99% ini nilai dari anggaran infrastruktur untuk dikasi ke pengusaha Papua atau paket proyeknya 99%,”tegasnya.
Fred juga mencontohkan, kalau pekerjaannya itu nilainya Rp 100 milyar berarti pengusaha Papua itu bekerja Rp 99 milyar, sedangka Rp 1 milyar itu dikelola oleh penusaha non Papua, data besok akan dilihat, karena kalau 99 persen tidak mungkin karena itu bisa dilihat di proses pelelangan kalau perusahaan yang dimiliki pengusaha Non Asli papua mengerjakan proyek lebih dari satu.
Baca juga: LPSK: Pelaku Ujaran Rasisme Tidak Boleh Dikasih Ruang di Republik Ini
“Klarifikasi ini agar masyarakat tahu apakah betul anak asli Papua terlibat dalam proyek APBD Kabupaten Jayawijaya atau tidak, sebab APBD Jayawijaya itu untuk masyarakat asli Papua atau masyarakat yang bermukim di Jayawijaya,”bebernya.
Usai melakukan klarifikasi dengan ULP, Kata Ketua Gapensi, pihaknya akan melakukan konfirmasi kepada kontraktornya atau pemilik perusahaan yang dipakai apakah benar mereka yang bekerja atau perusahaan mereka hanya dipakai ini akan diklarifikasi dan memberikan keterangan kepada pers.
“Jika ini melakukan pencemaran nama baik kami sebagai pengusaha asli Papua, maka kami akan melakukan proses lanjut, kami juga perlu sampaikan apakah 99% ini nilai dari anggaran infrastruktur untuk dikasi ke pengusaha Papua atau paket proyeknya 99%,”tegasnya.
Fred juga mencontohkan, kalau pekerjaannya itu nilainya Rp 100 milyar berarti pengusaha Papua itu bekerja Rp 99 milyar, sedangka Rp 1 milyar itu dikelola oleh penusaha non Papua, data besok akan dilihat, karena kalau 99 persen tidak mungkin karena itu bisa dilihat di proses pelelangan kalau perusahaan yang dimiliki pengusaha Non Asli papua mengerjakan proyek lebih dari satu.
Baca juga: LPSK: Pelaku Ujaran Rasisme Tidak Boleh Dikasih Ruang di Republik Ini
“Klarifikasi ini agar masyarakat tahu apakah betul anak asli Papua terlibat dalam proyek APBD Kabupaten Jayawijaya atau tidak, sebab APBD Jayawijaya itu untuk masyarakat asli Papua atau masyarakat yang bermukim di Jayawijaya,”bebernya.
Lihat Juga :