Astaga, 2.800 Kg Sampah Plastik Terkumpul dari Pantai Liang Pulau Bunaken
Minggu, 31 Januari 2021 - 18:55 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menyampaikan bahwa koordinasi dan kerjasama lintas sektor khususnya masyarakat dan Pemerintah Daerah terus dilakukan dalam upaya penanganan sampah yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bunaken.
Secara ekologi menurutnya, sampah plastik yang menutupi terumbu karang dapat mati karena tidak mendapatkan sinar matahari. Sangat disayangkan bila pertumbuhan karang yang lambat antara 1-10 mm per tahun sebagai penyedia jasa lingkungan terhambat karena sampah.
"Tahun 2020 lalu kami mengajak instruktur berpengalaman dari Bank Sampah CELSS Minahasa Utara melakukan pelatihan kepada masyarakat penyangga kawasan Taman Nasional untuk mengolah sampah yang umumnya plastik menjadi sesuatu yang bernilai. Dengan begitu sampah yang telah dibersihkan dan digunakan kembali (reuse) menjadi beraneka macam produk," tuturnya
Diharapkan dengan penanganan yang baik dari hulu sampai ke hilir dapat meminimalisir masuknya sampah dalam kawasan. "Kami akan tetap terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk mengatasi masalah ini," ujar Genman.
Secara ekologi menurutnya, sampah plastik yang menutupi terumbu karang dapat mati karena tidak mendapatkan sinar matahari. Sangat disayangkan bila pertumbuhan karang yang lambat antara 1-10 mm per tahun sebagai penyedia jasa lingkungan terhambat karena sampah.
"Tahun 2020 lalu kami mengajak instruktur berpengalaman dari Bank Sampah CELSS Minahasa Utara melakukan pelatihan kepada masyarakat penyangga kawasan Taman Nasional untuk mengolah sampah yang umumnya plastik menjadi sesuatu yang bernilai. Dengan begitu sampah yang telah dibersihkan dan digunakan kembali (reuse) menjadi beraneka macam produk," tuturnya
Diharapkan dengan penanganan yang baik dari hulu sampai ke hilir dapat meminimalisir masuknya sampah dalam kawasan. "Kami akan tetap terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk mengatasi masalah ini," ujar Genman.
(shf)
Lihat Juga :