Waduh 3 Tahun Lagi TPA Penuh, Indonesia Terancam Darurat Sampah
Minggu, 31 Januari 2021 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karenanya, pihaknya mengapresiasi Program Kang Pisman Kota Bandung, mengatasi sampah dari sumbernya. Mereka melakukan pemilahan hingga mengolah sampah di tingkat RT atau RW. Sehingga sampah yang dibuang ke TPA adalah sampah residu.
"Selama ini dianggap solusi mengatasi.sampah adalah di TPA. Padahal 50 persen mesti diselesaikan di rumah atau komunitas skala kecil seperti RT atau RW. Seperti di Bandung ini. Inofasinya sangat baik, 80 persen sampah selesai di lingkungannya," bebernya.
Dia yakin, bila masalah sampah ini bisa terus dikembangkan, persoalan sampah akan teratasi. TPA tidak penuh oleh sampah yang terus menumpuk. Program yang dilakukan Pemkot Bandung bisa ditiru daerah lainnya di Indonesia.
Apalagi, Pemkot Bandung merupakan daerah yang tidak memiliki TPA. Selama ini, sampah dari Kota Bandung dibuang ke TPA Sarimukti di Bandung Barat. Setiap harinya, produksi sampah Kota Bandung antara 1.200 hingga 1.500 ton.
"Selama ini dianggap solusi mengatasi.sampah adalah di TPA. Padahal 50 persen mesti diselesaikan di rumah atau komunitas skala kecil seperti RT atau RW. Seperti di Bandung ini. Inofasinya sangat baik, 80 persen sampah selesai di lingkungannya," bebernya.
Dia yakin, bila masalah sampah ini bisa terus dikembangkan, persoalan sampah akan teratasi. TPA tidak penuh oleh sampah yang terus menumpuk. Program yang dilakukan Pemkot Bandung bisa ditiru daerah lainnya di Indonesia.
Apalagi, Pemkot Bandung merupakan daerah yang tidak memiliki TPA. Selama ini, sampah dari Kota Bandung dibuang ke TPA Sarimukti di Bandung Barat. Setiap harinya, produksi sampah Kota Bandung antara 1.200 hingga 1.500 ton.
(shf)
Lihat Juga :