Vaksinasi COVID-19 Tenaga Kesehatan KKB Ditargetkan Tuntas dalam Dua Bulan
Sabtu, 30 Januari 2021 - 09:02 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BANDUNG BARAT - Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terus menyelesaikan proses vaksinasi COVID-19 kepada para tenaga kesehatan (nakes). Ditargetkan, dalam dua bulan ini vaksinasi bisa diselesaikan.
"Saat ini prosesnya terus berjalan di 32 puskesmas dan empat rumah sakit, yakni tiga RSUD dan satu rumah sakit swasta," terang Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjajanto.
Dia menyebutkan, vaksinasi yang kini sedang berjalan adalah penyuntikan tahap kedua. Termasuk vaksinasi kepada nakes yang pada tahap pertama belum sempat dilakukan, karena beberapa kendala sehingga belum memungkinkan disuntik.
Baca juga: Lewat Video, 3 Anak Kandung RE Koswara Kembali Memohon Maaf
Seperti karena sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, karena sakit, ketika dicek kesehatan tensi darahnya tinggi, hingga kendala dalam sistem pendaftaran yang dilakukan oleh pusat.
"Jadi yang belum divaksin bukan karena menolak atau tidak mau, tapi ada kendala-kendala seperti itu," terangnya.
Seperti dirinya, pada tahap pertama tidak memungkinkan divaksin karena tensi darah tinggi. Kemudian pada tahap kedua, Kamis (28/1/2021) saat datang ke lokasi vaksinasi, hasil tensi darahnya juga masih tinggi jadi bel bisa divaksin.
"Saat ini prosesnya terus berjalan di 32 puskesmas dan empat rumah sakit, yakni tiga RSUD dan satu rumah sakit swasta," terang Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjajanto.
Dia menyebutkan, vaksinasi yang kini sedang berjalan adalah penyuntikan tahap kedua. Termasuk vaksinasi kepada nakes yang pada tahap pertama belum sempat dilakukan, karena beberapa kendala sehingga belum memungkinkan disuntik.
Baca juga: Lewat Video, 3 Anak Kandung RE Koswara Kembali Memohon Maaf
Seperti karena sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, karena sakit, ketika dicek kesehatan tensi darahnya tinggi, hingga kendala dalam sistem pendaftaran yang dilakukan oleh pusat.
"Jadi yang belum divaksin bukan karena menolak atau tidak mau, tapi ada kendala-kendala seperti itu," terangnya.
Seperti dirinya, pada tahap pertama tidak memungkinkan divaksin karena tensi darah tinggi. Kemudian pada tahap kedua, Kamis (28/1/2021) saat datang ke lokasi vaksinasi, hasil tensi darahnya juga masih tinggi jadi bel bisa divaksin.
Lihat Juga :