Tanah Longsor di OKU Selatan Kembali Menelan Korban Jiwa
Sabtu, 16 Mei 2020 - 13:08 WIB
loading...
Rumah Korban yang Dikunjungi Warga. Foto/SINDOtv/EraNeizma
A
A
A
OKU SELATAN - Tanah longsor kembali menelan korban jiwa. Jika sebelumnya longsor menewaskan warga Desa Gunung Batu, Kecamatan Pulau Beringin, Ogan Komering Ulu (OKU), kali ini satu warga Desa Gunung Gare kecamatan Muaradua Kisam, OKU Selatan, tewas tertimpa longsor yang terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Diketahui bahwa satu warga yang meninggal tersebut bernama Warsidani (45). Sementara, adiknya Loyadi (40), Merin (55), Eliyadi (45 ) Merin (55), dan Eka Putra Jaya (45) yang semuanya merupakan warga Gunung Gare, berhasil selamat setelah melarikan diri dari terjangan longsor. ( Baca:Agar Mudik Lancar, Titik Rawan Macet dan Longsor di Sumsel Dipetakan )
Kapolsek Muaradua Kisam AKP Heri Sulistiyo menerangkan, korban mengalami tangan kanan putus dan belum ditemukan. Dada korban sebelah kanan mengalami luka robek, muka hancur akibat benturan dengan alat turbin atau kayu serta material longsor yang terbawa.
“Peristiwa itu terjadi Jumat sekitar pukul 07.00 WIB kemarin, yang mana awalnya kelima orang yang menjadi korban tersebut berencana melakukan perbaikan mesin turbin yang rusak akibat hujan deras pada malam hari sebelum kejadian,” ujar Heri Sulistiyo, Sabtu (16/5/2020).
Dan pada saat sedang melakukan perbaikan turbin itulah, tiba-tiba tanah dari tempat mereka sedang bekerja longsor ke arah mereka. Bahkan salah satu dari mereka sempat berteriak memberi tahu agar segera menyelamatkan diri.
Diketahui bahwa satu warga yang meninggal tersebut bernama Warsidani (45). Sementara, adiknya Loyadi (40), Merin (55), Eliyadi (45 ) Merin (55), dan Eka Putra Jaya (45) yang semuanya merupakan warga Gunung Gare, berhasil selamat setelah melarikan diri dari terjangan longsor. ( Baca:Agar Mudik Lancar, Titik Rawan Macet dan Longsor di Sumsel Dipetakan )
Kapolsek Muaradua Kisam AKP Heri Sulistiyo menerangkan, korban mengalami tangan kanan putus dan belum ditemukan. Dada korban sebelah kanan mengalami luka robek, muka hancur akibat benturan dengan alat turbin atau kayu serta material longsor yang terbawa.
“Peristiwa itu terjadi Jumat sekitar pukul 07.00 WIB kemarin, yang mana awalnya kelima orang yang menjadi korban tersebut berencana melakukan perbaikan mesin turbin yang rusak akibat hujan deras pada malam hari sebelum kejadian,” ujar Heri Sulistiyo, Sabtu (16/5/2020).
Dan pada saat sedang melakukan perbaikan turbin itulah, tiba-tiba tanah dari tempat mereka sedang bekerja longsor ke arah mereka. Bahkan salah satu dari mereka sempat berteriak memberi tahu agar segera menyelamatkan diri.
Lihat Juga :