Antisipasi Gempa Susulan, BMKG Imbau Masyarakat Majene Tetap Waspada
Minggu, 24 Januari 2021 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Sadly menjelaskan, hasil analisis peluruhan gempa susulan menunjukkan bahwa diperkirakan gempa susulan akan berakhir sekitar 3-4 minggu pasca gempa utama pada Jumat (15/1/2021), dengan intensitas dan frekwensi yang semakin menurun.
"Hasil perhitungan ini meskipun menggunakan formula dan metoda yang sahih namun bukan menjadi hitungan yang pasti akan tetapi dapat digunakan sebagai gambaran estimasi kapan gempa susulan akan berakhir," terangnya.
Baca juga: Asyik Dugem di Tempat Hiburan Malang, Oknum TNI Terjaring Razia Gabungan
Selain itu, kata dia, gempa kuat juga terjadi pada hari Kamis (21/1/2021) pukul 19.23.08 WIB yang mengguncang Kepulauan Talaud dengan magnitude 7,0. Episenter terletak pada koordinat 4,94 LU dan 127,44 BT tepatnya di laut pada jarak 132 km arah Timur Laut Melonguane, Talaud, dengan kedalaman 119 km.
"Gempa ini termasuk gempa berkekuatan besar lazimnya terjadi di zona tunjaman lempeng. Pembangkit Gempa Talaud 7,0 adalah deformasi batuan pada bagian slab Lempeng Laut Filipina yang tersubduksi di bawah Kep. Talaud dan Miangas," paparnya.
"Hasil perhitungan ini meskipun menggunakan formula dan metoda yang sahih namun bukan menjadi hitungan yang pasti akan tetapi dapat digunakan sebagai gambaran estimasi kapan gempa susulan akan berakhir," terangnya.
Baca juga: Asyik Dugem di Tempat Hiburan Malang, Oknum TNI Terjaring Razia Gabungan
Selain itu, kata dia, gempa kuat juga terjadi pada hari Kamis (21/1/2021) pukul 19.23.08 WIB yang mengguncang Kepulauan Talaud dengan magnitude 7,0. Episenter terletak pada koordinat 4,94 LU dan 127,44 BT tepatnya di laut pada jarak 132 km arah Timur Laut Melonguane, Talaud, dengan kedalaman 119 km.
"Gempa ini termasuk gempa berkekuatan besar lazimnya terjadi di zona tunjaman lempeng. Pembangkit Gempa Talaud 7,0 adalah deformasi batuan pada bagian slab Lempeng Laut Filipina yang tersubduksi di bawah Kep. Talaud dan Miangas," paparnya.
Lihat Juga :