Puji Komjen Listyo Sigit, JCUIM Sebut Polri Harus Pantau Tren Kejahatan
Sabtu, 23 Januari 2021 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
"Indonesia dengan Kebhinekaan Tunggal Ika-nya serta toleransi yang tinggi memiliki Kapolri yang justru bukan dari agama mayoritas," katanya.
Menurut Toni, ke depan, Kapolri harus profesional dan mengikuti tren kejahatan atau gangguan keamanan serta memahami hukum dan regulasi. Terlebih, kejahatan dan gangguan keamanan kian hari kian canggih dan terus dimodifikasi, termasuk kejahatan jalanan. "Kapolri harus mengikuti perkembangan ini," tegasnya.
Kapolri juga harus cepat tanggap terhadap fenomena yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa, terutama kelompok-kelompok, baik kanan maupun kiri yang ingin mengganti ideologi dan bentuk negara.
Kemudian, yang perlu dilakukan Kapolri baru adalah memahami ancaman keamanan dalam negeri serta efeknya hingga luar negeri, memahami lingkungan strategis teritorial seperti bahaya terorisme, radikalisme, narkoba, hingga kejahatan jalanan/kriminalitas.
Baca juga: Keluar dari Keterpurukan, Motzint Berbagi Strategi Eksis di Industri Fashion
Menurut Toni, ke depan, Kapolri harus profesional dan mengikuti tren kejahatan atau gangguan keamanan serta memahami hukum dan regulasi. Terlebih, kejahatan dan gangguan keamanan kian hari kian canggih dan terus dimodifikasi, termasuk kejahatan jalanan. "Kapolri harus mengikuti perkembangan ini," tegasnya.
Kapolri juga harus cepat tanggap terhadap fenomena yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa, terutama kelompok-kelompok, baik kanan maupun kiri yang ingin mengganti ideologi dan bentuk negara.
Kemudian, yang perlu dilakukan Kapolri baru adalah memahami ancaman keamanan dalam negeri serta efeknya hingga luar negeri, memahami lingkungan strategis teritorial seperti bahaya terorisme, radikalisme, narkoba, hingga kejahatan jalanan/kriminalitas.
Baca juga: Keluar dari Keterpurukan, Motzint Berbagi Strategi Eksis di Industri Fashion
Lihat Juga :