Vaksinasi Bergulir, Satgas Ingatkan Warga Jabar Tetap Patuhi Prokes

loading...
Vaksinasi Bergulir, Satgas Ingatkan Warga Jabar Tetap Patuhi Prokes
Satgas Penanganan COVID-19 Jabar mengingatkan warga Jabar untuk tetap mematuhi prokes seiring bergulirnya vaksinasi COVID-19. Foto ilustrasi/SINDOnews
BANDUNG - Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jawa Barat, Daud Achmad mengingatkan seluruh lapisan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), meskipun program vaksinasi COVID-19 sudah berjalan. Begitu juga para penerima vaksin COVID-19. Setelah disuntik vaksin, kata Daud, penerima vaksin jangan abai menerapkan prokes. Pasalnya, kata Daud, untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) dibutuhkan waktu lebih dari satu tahun.

"Vaksin COVID-19 dapat mengurangi angka kesakitan atau kematian akibat pandemi dalam waktu cepat. Tapi, untuk membentuk kekebalan kelompok, butuh waktu cukup panjang," kata Daud di Bandung, Jumat (22/1/2021). Baca juga: Bupati Sleman Positif Covid-19 Seusai Divaksin, Begini Penjelasan IDI

"Dari situ, penting bagi kita untuk konsisten memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir," sambung Daud.

Dengan angka kesakitan yang berkurang, lanjut Daud, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 dan rumah sakit darurat diharapkan tetap terjaga di level aman. "Jika angka kesakitan berkurang, pasien yang dirawat pun berkurang sehingga BOR (bed occupancy rate) tidak akan pernah penuh," jelasnya.



Diketahui, Provinsi Jabar sudah memulai vaksinasi COVID-19 pada Kamis (14/1/2021). Penyuntikan vaksin COVID-19 diawali oleh pejabat publik, tokoh masyarakat, dan tokoh agama sebagai penerima vaksin. Adapun Jabar mendapat alokasi 97.080 dosis vaksin Sinovac dari total 1,2 juta dosis yang disiapkan pemerintah pusat di tahap I termin I Januari 2021.

Rinciannya, Kota Bandung mendapat 25.000 vial, Kota Bekasi 14.060 vial, Kota Bogor 9.160 vial, Kota Depok 11.140 vial, Kota Cimahi 3.880 vial, Kabupaten Bandung Barat 3.960 vial, dan Kabupaten Bandung 7.560 vial. Sebanyak 22.320 vial sisanya disimpan di gudang milik Pemprov Jabar.

Sesuai arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, target sasaran utama, yakni sumber daya manusia (SDM) kesehatan di fasilitas layanan kesehatan.Baca juga: Bareskrim Tangkap Produsen Kosmetik Ilegal Beromzet Rp400 Juta di Jakut



Daud memastikan, vaksin COVID-19 merupakan vaksin yang aman, berkhasiat, bermutu, dan halal. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA). BPOM, kata Daud, menyatakan efikasi vaksin Sinovac 65,3 persen.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top