Ngamuk saat Dijemput Paksa, Pasien Positif Corona Peluk Warga Supaya Tertular
Jum'at, 15 Mei 2020 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf membenarkan kejadian tersebut. Dia menerangkan, beberapa hari sebelumnya petugas Dinas Kesehatan sudah datang bermaksud menjemput pasien positif Corona tersebut secara baik-baik. AR akan diisolasi di ruang karantina salah satu rumah sakit Kota Tasikmalaya, tapi ditolak.
Setelah hasil tes swab keluar hari ini dan menyatakan AR positif Corona, tim gugus tugas menilai sangat penting dan mendesak untuk menjemput yang bersangkutan secara paksa. Ini dilakukan demi melindungi warga lain.
"Nah, saya perintahkan supaya para petugas gugus tugas melakukan jemput paksa. Soalnya jika tidak dijemput secara paksa, semuanya bisa tertular," ujar Yusuf.
(Baca: Akad Zakat Fitrah Bisa Online, Muzakki-Amil Tak Wajib Bertatap Muka)
Yusuf berterimakasih kepada petugas tim gugus tugas gabungan pemerintahan kota, TNI dan Polri di lapangan yang akhirnya berhasil membujuk dan membawa pasien COVID-19 ke rumah sakit.
Setelah hasil tes swab keluar hari ini dan menyatakan AR positif Corona, tim gugus tugas menilai sangat penting dan mendesak untuk menjemput yang bersangkutan secara paksa. Ini dilakukan demi melindungi warga lain.
"Nah, saya perintahkan supaya para petugas gugus tugas melakukan jemput paksa. Soalnya jika tidak dijemput secara paksa, semuanya bisa tertular," ujar Yusuf.
(Baca: Akad Zakat Fitrah Bisa Online, Muzakki-Amil Tak Wajib Bertatap Muka)
Yusuf berterimakasih kepada petugas tim gugus tugas gabungan pemerintahan kota, TNI dan Polri di lapangan yang akhirnya berhasil membujuk dan membawa pasien COVID-19 ke rumah sakit.
Lihat Juga :