Kisah Warga Kepulauan Seribu yang Terbawa Hanyut dari Sulawesi dan Kalimantan
Minggu, 24 Januari 2021 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya Pulau Elang yang menjadi sasaran pembukaan penduduk. Dalam buku 158 hari yang terbitkan Arsip Metro 2018, Pulau Payung yang lokasinya berdekatan dengan Pulau Tidung juga menjadi sasaran pembukaan permukiman.
Tokoh masyarakat bernama Jamal mengungkapkan saat tahun 1960-an sedikitnya 12 kepala keluarga yang bertempat tinggal di sini (Pulau Payung). Mereka merupakan sebagian besar warga Pulau Panggang dan pelaut dari Makassar dan Kalimantan. Baca juga: Pulau Laki, Eksotisme Pulau Tanpa Penghuni di Kepulauan Seribu
“Kami termasuk dari 12 kepala keluarga yang bermukim di Pulau Payung,” ucapnya.
Tak ada listrik, penerangan hingga saluran informasi membuat warga di sana bertahan hidup. Mereka kemudian membabat hutan membuka lahan pertanian yang baru.
Menjelang tahun 75-an, warga menyadari pentingnya pendidikan lalu membangun sebuah ruang kelas ukuran 6x3 meter sementara dengan bilik anyaman bambu beratapkan daun kelapa. Tiga guru dari Pulau Pramuka sengaja didatangkan untuk membantu pendidikan warga.
Tokoh masyarakat bernama Jamal mengungkapkan saat tahun 1960-an sedikitnya 12 kepala keluarga yang bertempat tinggal di sini (Pulau Payung). Mereka merupakan sebagian besar warga Pulau Panggang dan pelaut dari Makassar dan Kalimantan. Baca juga: Pulau Laki, Eksotisme Pulau Tanpa Penghuni di Kepulauan Seribu
“Kami termasuk dari 12 kepala keluarga yang bermukim di Pulau Payung,” ucapnya.
Tak ada listrik, penerangan hingga saluran informasi membuat warga di sana bertahan hidup. Mereka kemudian membabat hutan membuka lahan pertanian yang baru.
Menjelang tahun 75-an, warga menyadari pentingnya pendidikan lalu membangun sebuah ruang kelas ukuran 6x3 meter sementara dengan bilik anyaman bambu beratapkan daun kelapa. Tiga guru dari Pulau Pramuka sengaja didatangkan untuk membantu pendidikan warga.
(jon)
Lihat Juga :