Hujan Lebat Mengguyur Sumenep, Pondok Pesantren Putri Mathlabul Ulum Terendam Banjir
Rabu, 20 Januari 2021 - 22:06 WIB
loading...
Pondok Pesantren Putri Mathlabul Ulum di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, terendam banjir. Foto/iNews TV/Abdul Rahem
A
A
A
SUMENEP - Hujan deras yang melanda kawasan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (20/1/2021), menyebabkan Pondok Pesantren Putri Mathlabul Ulum terendam banjir . Air juga meluap dan menutup jalan raya.
Baca juga: Yeay, PLN Berhasil Pulihkan 100% Sistem Kelistrikan di Kalbar
Pondok pesantren putri yang ada di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, terendam banjir hingga ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Kondisi drainase yang buruk, diduga menjadi penyebab melubernya air hujan yang mengguyur Sumenep.
Sejumlah fasilitas pondok pesantren, yakni kamar santri dan sejumlah buku atau kitab para santri banyak yang rusak terkena air banjir . Jamilatul Hasanah, salah seorang santri putri mengatakan, banjir serupa sudah terjadi dua kali setiap musim penghujan.
"Selama saya mengikuti pondok pesantren ini, sudah dua kali ini terjadi banjir besar hingga merendam seluruh ruangan pondok pesantren. Banyak buku yang rusak akibat banjir ini," tuturnya.
Baca juga: Sikka Gempar, Pria Tambun Tanpa Baju Nekad Bakar SPBU di Jalan Trans Flores
Pengasuh Ponpes Mathlabul Ulum, Taufikurrahman mengatakan, selain hujan lebat, kondisi selokan pinggir jalan yang tepat berada di depan pondok juga tidak kuat menampung debit air yang tinggi.
Baca juga: Malam Ini Orang Amerika yang Ajak Bule Pindah ke Bali di Tengah Pandemi, Dideportasi
" Genangan air masuk hingga ke kamar santri. Kondisi kamar santri tidak memungkinkan untuk ditempati, karena banyak lumpur yang masuk. Untuk malam ini para santri putri akan ditempatkan di lantai dua rumah saya sampai kamar kembali layak ditempati," tegasnya.
Baca juga: Yeay, PLN Berhasil Pulihkan 100% Sistem Kelistrikan di Kalbar
Pondok pesantren putri yang ada di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, terendam banjir hingga ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Kondisi drainase yang buruk, diduga menjadi penyebab melubernya air hujan yang mengguyur Sumenep.
Sejumlah fasilitas pondok pesantren, yakni kamar santri dan sejumlah buku atau kitab para santri banyak yang rusak terkena air banjir . Jamilatul Hasanah, salah seorang santri putri mengatakan, banjir serupa sudah terjadi dua kali setiap musim penghujan.
"Selama saya mengikuti pondok pesantren ini, sudah dua kali ini terjadi banjir besar hingga merendam seluruh ruangan pondok pesantren. Banyak buku yang rusak akibat banjir ini," tuturnya.
Baca juga: Sikka Gempar, Pria Tambun Tanpa Baju Nekad Bakar SPBU di Jalan Trans Flores
Pengasuh Ponpes Mathlabul Ulum, Taufikurrahman mengatakan, selain hujan lebat, kondisi selokan pinggir jalan yang tepat berada di depan pondok juga tidak kuat menampung debit air yang tinggi.
Baca juga: Malam Ini Orang Amerika yang Ajak Bule Pindah ke Bali di Tengah Pandemi, Dideportasi
" Genangan air masuk hingga ke kamar santri. Kondisi kamar santri tidak memungkinkan untuk ditempati, karena banyak lumpur yang masuk. Untuk malam ini para santri putri akan ditempatkan di lantai dua rumah saya sampai kamar kembali layak ditempati," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :