Longsor Terjang Bener Meriah Aceh, 2 Rumah Warga Hancur Tertimbun Tanah
Senin, 18 Januari 2021 - 17:31 WIB
loading...
Longsor menerjang dua rumah warga di Desa Wih Ni Durin, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Foto/iNews TV/Yusradi
A
A
A
BENER MERIAH - Dua rumah warga di Desa Wih Ni Durin, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, hancur tertimbun tanah, usai diterjang longsor . Rumah tersebut milik Albirini (32), dan M. Yusuf (30).
Baca juga: Satu Korban Tertimbun Tanah Longsor di Manado Berhasil Ditemukan
Albarini menyebutkan, rumahnya yang paling parah diterjang longsor . "Hampir seluruh bagian dapur rumah rusak dihantam material longsor. Tanah longsor turun dari bukit di belakang rumah," ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor ini. Namun dua rumah warga mengalami kerusakan sangat parah. Albarini mengaku, saat kejadian sedang berada di belakang rumah. "Melihat tanah bergerak pelan, akhirnya saya bersama anak istri lari ke depan rumah," tuturnya.
Baca juga: Orang Amerika Diburu Imigrasi Bali, Gara-gara Ajak Pindah Bule ke Bali dengan Mudah
Selain rumah yang hancur, dia mengaku tanaman kopinya juga rusak parah tergerus longsor . Longsor ini diduga dipicu oleh tingginya curah hujan yang melanda kawasan tersebut dalam dua pekan terakhir.
Baca juga: Satu Korban Tertimbun Tanah Longsor di Manado Berhasil Ditemukan
Albarini menyebutkan, rumahnya yang paling parah diterjang longsor . "Hampir seluruh bagian dapur rumah rusak dihantam material longsor. Tanah longsor turun dari bukit di belakang rumah," ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor ini. Namun dua rumah warga mengalami kerusakan sangat parah. Albarini mengaku, saat kejadian sedang berada di belakang rumah. "Melihat tanah bergerak pelan, akhirnya saya bersama anak istri lari ke depan rumah," tuturnya.
Baca juga: Orang Amerika Diburu Imigrasi Bali, Gara-gara Ajak Pindah Bule ke Bali dengan Mudah
Selain rumah yang hancur, dia mengaku tanaman kopinya juga rusak parah tergerus longsor . Longsor ini diduga dipicu oleh tingginya curah hujan yang melanda kawasan tersebut dalam dua pekan terakhir.
(eyt)
Lihat Juga :