Buntut Polisi Masuk Tempat Sembahyang Pakai Sepatu, Kapolsek dan Kanit Reskrim Dilaporkan ke Propam
Sabtu, 16 Januari 2021 - 20:35 WIB
loading...
Sebuah video rekaman CCTV yang memuat adegan sikap arogan oknum polisi tersebar luas di media sosial. Foto: Tangkapan Instagram @aboutsinjay
A
A
A
TANGERANG - Tindakan oknum polisi memaksa masuk ke dalam ruangan yang diduga merupakan sebuah tempat ibadah di dalam sebuah tempat hiburan malam di Tangerang, berbuntut panjang. Pemilik tempat hiburan melaporkan kedua polisi tersebut ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
Baca juga : Asmara Terlarang Mayweather dengan Penari Telanjang
Pemilik tempat hiburan, I Gusti Agung Sutan Wijaya, mengatakan, atas kejadian itu ia langsung berkoodinasi dengan forum masyarakat beragama Hindu. Hasilnya, dua petugas tersebut kini dilaporkan kepada Propam Mabes Polri atas dugaan tindakan arogansi serta penghinaan agama dan tempat ibadah
Baca juga: Viral Polisi di Tangerang Masuk Tempat Sembahyang Pakai Sepatu, Begini Kronologisnya
"Saya tidak masalah mereka masuk ke dalam periksa, tapi jangan masuk ke lokasi ibadah dengan seperti itu, makanya saya langsung koodirnasi dengan forum masyarakat umat Hindu, dan disarankan untuk melapor," ungkap Gusti, Sabtu (16/1/2021).
Baca juga : Pengamat Intelijen Nilai Perpres 'Pemolisian Masyarakat' Bantu Tugas Polri-TNI
Baca juga : Asmara Terlarang Mayweather dengan Penari Telanjang
Pemilik tempat hiburan, I Gusti Agung Sutan Wijaya, mengatakan, atas kejadian itu ia langsung berkoodinasi dengan forum masyarakat beragama Hindu. Hasilnya, dua petugas tersebut kini dilaporkan kepada Propam Mabes Polri atas dugaan tindakan arogansi serta penghinaan agama dan tempat ibadah
Baca juga: Viral Polisi di Tangerang Masuk Tempat Sembahyang Pakai Sepatu, Begini Kronologisnya
"Saya tidak masalah mereka masuk ke dalam periksa, tapi jangan masuk ke lokasi ibadah dengan seperti itu, makanya saya langsung koodirnasi dengan forum masyarakat umat Hindu, dan disarankan untuk melapor," ungkap Gusti, Sabtu (16/1/2021).
Baca juga : Pengamat Intelijen Nilai Perpres 'Pemolisian Masyarakat' Bantu Tugas Polri-TNI
Lihat Juga :