Belanda Dukung Pengembangan Sekolah Lapang Digital untuk Petani Enrekang
Sabtu, 16 Januari 2021 - 05:53 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan yang sama UNIMEN juga meresmikan pusat riset bernama Communication Social Ecological Learning and Sustainable Environment (CoSeLSe) untuk menangani pengembangan DFFS, serta menyerahkan sabak computer (tablet) secara simbolis kepada petani, sebagai penerima manfaat DFFS.
Sebagai salah satu alumni StuNed, Nurdahlia Lairing yang juga merupakan dosen UNIMEN dan penggagas proposal pelatihan ini mengatakan, pelatihan DFFS ini harus serius dikembangkan, diuji dan memberikan manfaat bagi petani. ”Karena kita tidak boleh mengecewakan petani,” ujar dia.
Peter van Tuijl mengatakan, beasiswa ini merupakan sarana kerja sama antar kedua negara, khususnya di bidang pertanian. Program yang berfokus pada pertanian merupakan program penting di tengah situasi pandemi, yang memberikan kontribusi yang krusial bagi pengembangan ekonomi Indonesia.
“Belanda memang salah satu kiblat kemajuan teknologi internet dan pertanian. Van Hall Larenstein punya banyak pakar pertanian, dan Belanda, meskipun negara kecil, tetapi merupakan pengekspor hasil pertanian terbesar di dunia setelah Amerika,” pungkas dia.
Acara pembukaan pelatihan ini diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pusat Penelitian CoSeLSe dan Van Hall Larenstein.
Sebagai salah satu alumni StuNed, Nurdahlia Lairing yang juga merupakan dosen UNIMEN dan penggagas proposal pelatihan ini mengatakan, pelatihan DFFS ini harus serius dikembangkan, diuji dan memberikan manfaat bagi petani. ”Karena kita tidak boleh mengecewakan petani,” ujar dia.
Peter van Tuijl mengatakan, beasiswa ini merupakan sarana kerja sama antar kedua negara, khususnya di bidang pertanian. Program yang berfokus pada pertanian merupakan program penting di tengah situasi pandemi, yang memberikan kontribusi yang krusial bagi pengembangan ekonomi Indonesia.
“Belanda memang salah satu kiblat kemajuan teknologi internet dan pertanian. Van Hall Larenstein punya banyak pakar pertanian, dan Belanda, meskipun negara kecil, tetapi merupakan pengekspor hasil pertanian terbesar di dunia setelah Amerika,” pungkas dia.
Acara pembukaan pelatihan ini diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pusat Penelitian CoSeLSe dan Van Hall Larenstein.
(nth)
Lihat Juga :