Rawan Longsor, Muncul Masalah Baru di Jalan Timur Lingkar Majalengka
Jum'at, 15 Januari 2021 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
Material longsoran berupa batu besar, membuat petugas kesulitan mengevakuasi. Bahkan, hingga saat ini, material longsoran itu belum dibersihkan. Alat berat milik pemerintah setempat, tidak bisa memindahkan material longsoran itu.
Menyikapi hal itu, Sekda Majalengka Eman Suherman mengatakan, sejatinya untuk ruas jalan Jatilima sendiri relatif aman. Kalaupun ada kendala, jelas dia, lebih sebagai dampak. "Tidak ada persoalan dengan jalannya. Jalan itu rusak ketika ada longsoran dari atas jatuh (dan menutup jalan)," kata Eman.
Kendati demikian, Eman menjelaskan, tidak menutup kemungkinan akan ada perubahan rute. Rencananya, akan ada pembelokan jalur beberapa meter untuk menghindari lokasi yang dianggap rawan.
"Sekarang teman-teman dari (Dinas) PUTR itu rencananya membuat jalan memotong dan membuat jembatan. Menghindari itu, berubah dari sekarang. (berubah dadi rencana awal) Sekitar 30 meter, di tempat rawan itu. (proyek Jatilima) dilanjutkan," jelasnya.
Salah satu warga Desa Jatimulya, Mangku mengatakan, bagian atas tebing hingga saat ini masih rawan longsor. "Bagian jalannya juga amblas," katanya.
Menyikapi hal itu, Sekda Majalengka Eman Suherman mengatakan, sejatinya untuk ruas jalan Jatilima sendiri relatif aman. Kalaupun ada kendala, jelas dia, lebih sebagai dampak. "Tidak ada persoalan dengan jalannya. Jalan itu rusak ketika ada longsoran dari atas jatuh (dan menutup jalan)," kata Eman.
Kendati demikian, Eman menjelaskan, tidak menutup kemungkinan akan ada perubahan rute. Rencananya, akan ada pembelokan jalur beberapa meter untuk menghindari lokasi yang dianggap rawan.
"Sekarang teman-teman dari (Dinas) PUTR itu rencananya membuat jalan memotong dan membuat jembatan. Menghindari itu, berubah dari sekarang. (berubah dadi rencana awal) Sekitar 30 meter, di tempat rawan itu. (proyek Jatilima) dilanjutkan," jelasnya.
Salah satu warga Desa Jatimulya, Mangku mengatakan, bagian atas tebing hingga saat ini masih rawan longsor. "Bagian jalannya juga amblas," katanya.
(shf)
Lihat Juga :