Majene Diguncang Gempa, PVMBG: Jalur Ini Pernah Sebabkan Tsunami
Jum'at, 15 Januari 2021 - 11:03 WIB
loading...
Banyak bangunan roboh akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Majene. Foto/iNews TV/Huzair Zainal
A
A
A
BANDUNG - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, gempa bumi yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat (15/1/2021) dini hari, disebabkan oleh aktivitas sesar naik. Aktivitas gempa seperti ini tercatat pernah menyebabkan tsunami di kawasan tersebut.
Baca juga: 4 Orang Tewas dan 600 Terluka Akibat Gempa Bumi yang Mengguncang Majene
Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada hari Jumat, tanggal 15 Januari 2021, pukul 01:28:17 WIB. Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 2,98°LS dan 118,94°BT, dengan magnitudo (M 6,2) pada kedalaman 10 km. Gempa berjarak sekitar 35 km selatan Kota Mamuju (ibu kota Provinsi Sulawesi Barat) dan berjarak sekitar 62,2 km utara Kota Majene (ibu kota Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat)
kepala PVMBG Badan Geologi Kasbani dalam keterangan resminya mengatakan, berdasarkan lokasi pusat gempa bumi , kedalaman, dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi . Yaitu berupa sesar naik dengan kedudukan N 28°E, dip 21° dan rake 104° atau kedudukan N 351°E, dip 16° dan slip 94°.
Baca juga: Majene Diguncang 10 Gempa Susulan Setelah Gempa 6,2 Skala Richter
"Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa sesar naik ini tergolong sudut landai dan blok bagian timur relatif bergerak naik terhadap blok bagian barat bidang sesar. Jalur sesar naik ini berasosiasi dengan lipatan (fold thrust belt) yang banyak terdapat di bagian barat Provinsi Sulawesi Barat," beber dia.
Jalur sesar naik ini diperkirakan menerus ke arah darat. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan diawali dengan gempa bumi pembuka (foreshock) yang terjadi sebelumnya pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2021, pukul 13:35:49 WIB, dengan magnitudo (M5,9).
Baca juga: 4 Orang Tewas dan 600 Terluka Akibat Gempa Bumi yang Mengguncang Majene
Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada hari Jumat, tanggal 15 Januari 2021, pukul 01:28:17 WIB. Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 2,98°LS dan 118,94°BT, dengan magnitudo (M 6,2) pada kedalaman 10 km. Gempa berjarak sekitar 35 km selatan Kota Mamuju (ibu kota Provinsi Sulawesi Barat) dan berjarak sekitar 62,2 km utara Kota Majene (ibu kota Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat)
kepala PVMBG Badan Geologi Kasbani dalam keterangan resminya mengatakan, berdasarkan lokasi pusat gempa bumi , kedalaman, dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi . Yaitu berupa sesar naik dengan kedudukan N 28°E, dip 21° dan rake 104° atau kedudukan N 351°E, dip 16° dan slip 94°.
Baca juga: Majene Diguncang 10 Gempa Susulan Setelah Gempa 6,2 Skala Richter
"Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa sesar naik ini tergolong sudut landai dan blok bagian timur relatif bergerak naik terhadap blok bagian barat bidang sesar. Jalur sesar naik ini berasosiasi dengan lipatan (fold thrust belt) yang banyak terdapat di bagian barat Provinsi Sulawesi Barat," beber dia.
Jalur sesar naik ini diperkirakan menerus ke arah darat. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan diawali dengan gempa bumi pembuka (foreshock) yang terjadi sebelumnya pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2021, pukul 13:35:49 WIB, dengan magnitudo (M5,9).
Lihat Juga :