21 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Sumedang Ditemukan, 19 Masih Hilang

loading...
Dia mengungkapkan, kendala yang paling signifikan di lapangan yaitu cuaca yang tidak stabil dan curah hujan cukup tinggi. "Sehingga menyebabkan pergerakan tanah semakin besar dan berpotensi memicu longsor susulan," ujar Deden.

Selain itu, material longsor cukup tebal sehingga menyulitkan tim melakukan pencarian. Namun tim SAR gabungan tetap optimistis dan semangat. "Kami berharap korban satu persatu bisa ditemukan walau dalam keadaaan yang terbatas," tuturnya.

Hingga saat ini kekuatan personel operasi SAR berjumlah 664 orang yang terdiri atas Basarnas Bandung, BPBD Jabar, BPBD Sumedang, PUPR, TNI dan Polri, PMI Jabar, Dinkes Sumedang, Rumah Zakat, Potenis SAR Jawa Barat dan Potensi SAR Jawa Tengah.

Diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 16.45 WIB.

Longsor susulan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB yang menyebabkan lebih banyak korban tertimbun karena pada saat itu banyak warga dan Tim SAR Gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan pendataan terhadap jumlah korban pada longsor pertama.

Peristiwa memilukan ini terjadi akibat hujan deras dengan durasi lama dan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Sumedang dan sekitarnya. Akibat tingginya curah hujan, tebing setinggi 20 meter di belakang permukiman warga runtuh.
(shf)
halaman ke-2 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top