Dewan Sebut Kelangkaan Pupuk di Bulukumba Gara-gara SK Terlambat Terbit
Rabu, 13 Januari 2021 - 14:03 WIB
loading...
A
A
A
Setelah SK terbit, Fahidin meminta seluruh distributor untuk langsung menyalurkan pupuk ke pengecer. “Masalahnya memang karena Dinas Pertanian provinsi terlambat mengeluarkan SK terkait distribusi. Sedangkan petani ada yang sudah menanam 10 hari bahkan 16 hari lalu,” sebut Fahidin.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah petani padi di beberapa daerah di Bulukumba mengeluhkan kelangkaan pupuk . Mereka mengaku sulit mendapatkan hampir semua jenis pupuk, seperti jenis SP-36 dan juga phonska.
Baca juga: Pupuk Bersubsidi Sempat Hilang, Petani Terpaksa Beli Pupuk Nonsubsidi
"Susah sekali, tidak ada dijual di pengecer. Kita sudah keliling, tidak tahu mau dapat di mana," kata Ketua Kelompok Tani Cori di Desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang, H Muh Tahir, Selasa (12/1/2021).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bulukumba, Emil Yusri menepis adanya kelangkaan pupuk. Ia mengurai, bahwa tahun 2021 pupuk subsidi mencapai 100% dari pusat, dengan rincian sebanyak 16.196 ton jenis urea, 1.651 ton jenis SP-36, 2069 ton jenis ZA, dan 2135 jenis NPK.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah petani padi di beberapa daerah di Bulukumba mengeluhkan kelangkaan pupuk . Mereka mengaku sulit mendapatkan hampir semua jenis pupuk, seperti jenis SP-36 dan juga phonska.
Baca juga: Pupuk Bersubsidi Sempat Hilang, Petani Terpaksa Beli Pupuk Nonsubsidi
"Susah sekali, tidak ada dijual di pengecer. Kita sudah keliling, tidak tahu mau dapat di mana," kata Ketua Kelompok Tani Cori di Desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang, H Muh Tahir, Selasa (12/1/2021).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bulukumba, Emil Yusri menepis adanya kelangkaan pupuk. Ia mengurai, bahwa tahun 2021 pupuk subsidi mencapai 100% dari pusat, dengan rincian sebanyak 16.196 ton jenis urea, 1.651 ton jenis SP-36, 2069 ton jenis ZA, dan 2135 jenis NPK.
Lihat Juga :