2 Kali Disuntik Vaksin COVID-19, Ridwan Kamil Sebut Tak Ada Efek Samping, Cuma Kantuk
Rabu, 13 Januari 2021 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
Kang Emil menyebutkan vaksin ini justru memberikan efek yang baik bagi tubuh. "Badan merasa lebih sehat, nafsu makan naik dan nafsu julid turun," katanya.
Menurutnya, ada dua kelompok masyarakat yang merespons secara rasional kehadiran vaksin, dan ada yang merespons secara emosional. Mereka yang merespons secara rasional akan berfikir secara ilmiah dan baik sementara yang merespons secara emosional, tidak percaya dan tidak mau divaksin. "Biasanya yang tidak percaya, tidak mau dan sebagainya, karena bertanya bukan kepada ahlinya. Ada yang bertanya ke musisi, ke profesi arsitek, hal-hal yang sebenarnya bukan ahlinya," katanya.
Selain itu, ada juga yang terprovokasi informasi yang disebar di sejumlah di media sosial dan termakah berita bohong atau hoaks. Sedangkan mereka yang rasional biasanya tetap bertanya tapi kepada mereka yang memiliki referensi. yakni ahli vaksin, BPOM, MUI atau ulama. "Biasanya kelompok yang rasional ini karena mereka mendapatkan informasi dari ahlinya," katanya.
Ridwan Kamil menyebutkan bahwa para tahap pertama yang dimulai pada hari ini, Presiden Joko Widodo akan menjadi yang pertama disuntik. "Bapak Presiden sebagai teladan akan menjadi individu pertama yang akan disuntik vaksin. Lanjut para nakes, kepala daerah sebagai contoh dan profesi rawan covid," tuturnya.
Ridwan Kamil sendiri mengaku sudah dua kali disuntik vaksin Covid-19, melalui produk Biofarma-Sinovac. "Jadi tidak perlu disuntik lagi. Hasilnya sangat menggembirakan: Efikasi 65,3% (diatas standar WHO 50%). Dan 3 bulan setelah disuntik, pasukan antibodi muncul berlimpah 99%," tuturnya.
Menurutnya, ada dua kelompok masyarakat yang merespons secara rasional kehadiran vaksin, dan ada yang merespons secara emosional. Mereka yang merespons secara rasional akan berfikir secara ilmiah dan baik sementara yang merespons secara emosional, tidak percaya dan tidak mau divaksin. "Biasanya yang tidak percaya, tidak mau dan sebagainya, karena bertanya bukan kepada ahlinya. Ada yang bertanya ke musisi, ke profesi arsitek, hal-hal yang sebenarnya bukan ahlinya," katanya.
Selain itu, ada juga yang terprovokasi informasi yang disebar di sejumlah di media sosial dan termakah berita bohong atau hoaks. Sedangkan mereka yang rasional biasanya tetap bertanya tapi kepada mereka yang memiliki referensi. yakni ahli vaksin, BPOM, MUI atau ulama. "Biasanya kelompok yang rasional ini karena mereka mendapatkan informasi dari ahlinya," katanya.
Ridwan Kamil menyebutkan bahwa para tahap pertama yang dimulai pada hari ini, Presiden Joko Widodo akan menjadi yang pertama disuntik. "Bapak Presiden sebagai teladan akan menjadi individu pertama yang akan disuntik vaksin. Lanjut para nakes, kepala daerah sebagai contoh dan profesi rawan covid," tuturnya.
Ridwan Kamil sendiri mengaku sudah dua kali disuntik vaksin Covid-19, melalui produk Biofarma-Sinovac. "Jadi tidak perlu disuntik lagi. Hasilnya sangat menggembirakan: Efikasi 65,3% (diatas standar WHO 50%). Dan 3 bulan setelah disuntik, pasukan antibodi muncul berlimpah 99%," tuturnya.
Lihat Juga :