Bima Arya Terima Mobile BSL 2 Uji Spesimen COVID-19 dari Menristek
Senin, 11 Januari 2021 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
Di hadapan Menristek, Bima Arya juga menerangkan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bogor disertai langkah penanganannya, salah satunya renovasi wisma atlet di GOR Pajajaran Kota Bogor yang rencananya dijadikan Rumah Sakit lapangan dengan kapasitas 17 tempat tidur dan akan mulai beroperasi pada 18 Januari 2021.
"Seiring pertambahan kasus, kita membutuhkan yang lebih cepat dan lebih banyak, jadi dengan kapasitasnya 940 sampel kita akan mempersiapkan SDM agar lebih maksimal," kata Bima Arya. (Baca juga; Kapolda Metro Jaya Cek Anggota dalam Antisipasi Pandemi COVID-19 )
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza menyatakan, untuk memperkuat mobilitas Mobile BSL 2 dibangun platformnya dalam konsep trailer sehingga mudah dioperasikan. Ada juga penambahan fasilitas berupa ekstraksi RNA sehingga bisa menggunakan reagen yang lebih bervariasi dan bisa beradaptasi dengan kebutuhan dan tipe reagen yang ada. Penyempurnaan juga dilakukan untuk layout dan akurasi data sehingga keamanan personal penguji.
"Dengan penyempurnaan ini kami berharap dapat memperbesar kapasitas pengujian spesimen dengan menggunakan PCR ini sampai 940 spesimen dalam waktu 24 jam. Ada 94 spesimen untuk satu bed dan dalam 24 jam bisa dilaksanakan 10 bed," sebut Hammam.
"Seiring pertambahan kasus, kita membutuhkan yang lebih cepat dan lebih banyak, jadi dengan kapasitasnya 940 sampel kita akan mempersiapkan SDM agar lebih maksimal," kata Bima Arya. (Baca juga; Kapolda Metro Jaya Cek Anggota dalam Antisipasi Pandemi COVID-19 )
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza menyatakan, untuk memperkuat mobilitas Mobile BSL 2 dibangun platformnya dalam konsep trailer sehingga mudah dioperasikan. Ada juga penambahan fasilitas berupa ekstraksi RNA sehingga bisa menggunakan reagen yang lebih bervariasi dan bisa beradaptasi dengan kebutuhan dan tipe reagen yang ada. Penyempurnaan juga dilakukan untuk layout dan akurasi data sehingga keamanan personal penguji.
"Dengan penyempurnaan ini kami berharap dapat memperbesar kapasitas pengujian spesimen dengan menggunakan PCR ini sampai 940 spesimen dalam waktu 24 jam. Ada 94 spesimen untuk satu bed dan dalam 24 jam bisa dilaksanakan 10 bed," sebut Hammam.
(wib)
Lihat Juga :