Kisah Pembantaian Rawagede dan Puisi Karawang Bekasi

Senin, 11 Januari 2021 - 05:00 WIB
loading...
Kisah Pembantaian Rawagede...
Monumen Pembantaian Rawagede dibangun untuk mengenang kisah pembantaian yang dialami warga Desa Rawagede, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Jawa Barat. Foto/Istimewa
A A A
KARAWANG - Kabupaten Karawang menjadi sepenggal cerita perjalanan hidup seorang pujangga terkenal Chairil Anwar berjuluk Si Binatang Jalang. Chairil ternyata pernah tinggal di sebuah gang kecil pinggiran Jalan HOS Cokroaminoto di Kampung Anjun, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat.

Dari rumah kecil inilah banyak menginspirasi Chairil Anwar membuat puisi yang akhirnya menjadi terkenal.

(Baca Juga: Gereja Katedral Santo Petrus, Dibangun 1921 Saksi Perjalanan Keuskupan di Bandung)

Pendiri Komunitas Semesta Literasi, Faizol Yuhri mengatakan sebagaian karya besar Chairil Anwar terinspiasi dari peristiwa perjuangan yang terjadi di Karawang . Seperti puisi berjudul Karawang Bekasi merupakan karya besar yang terinspirasi dari peristiwa pembantaian Rawagede di Karawang. Dalam peristiwa pembataian Rawagede 9 Desember 1947 terjadi usai perang antara tentara Belanda dengan pejuang Indonesia di Bekasi.

"Saat perang terjadi di Bekasi banyak pejuang kemerdekaan melarikan diri ke Karawang kemudian terjadi pembantaian di Rawagede. Saat itu tentara Belanda mencari pejuang yang lari ke Karawang ," kata Pepi.

Peristiwa itulah yang mengilhami lahirnya puisi Karawang Bekasi, karena Chairil Anwar saat kejadian tersebut berada di Karawang.

(Baca Juga: Sejarah Jam Gadang di Bukittinggi dan Berkibarnya Bendera Merah Putih)


Meski karyanya dibuat saat berada di Jakarta, namun puisi Karawang Bekasi lahir karena peristiwa perang hebat di Bekasi hingga ke Karawang , tepatnya di Rawagede. Chairil Anwar saat itu berada di Karawang dan mengetahui adanya pembantaian di Rawagede.

"Saat pertempuran di Bekasi banyak pejuang kemerdekaan sembunyi di Karawang sehingga tentara Belanda masuk ke Karawang hingga ke Rawagede," kata Faizol.

Menurut Faizol Yuhri, Chairil Anwar berada di Karawang karena kondisi Jakarta saat itu sangat mencekam membuat banyak pejuang lari kepinggiran Jakarta seperti Bekasi dan Karawang.

Chairil Anwar harus bolak balik Jakarta- Karawang menghindari tentara Belanda.Saat peristiwa Rawagede, Chairil Anwar berada di Karawang dan mengetahui peristiwa tersebut.

"Sebagian penduduk Rawagede melarikan diri hingga ke Karawang Kota dengan tempat tinggal Chairil Anwar," katanya.

Faizol Yuhri mengatakan, berdasarkan pengetahuannya saat itu memang tentara Belanda memang sedang mengamuk setelah 26 tentara sekutu di bunuh di Bekasi.

Sekutu kemudian membalasnya dengan penyerangan dan pembataian di kampung-kampung Bekasi. Selanjutnya ratusan tentara Belanda menyusup tengah malam dengan berjalan kaki menuju Rawagede.

Mereka menggedor-gedor tiap rumah dan menanyakan keberadaan Kapten Lukas Kustaryo dan pasukannya. Karena tidak ada satupun warga yang mengetahuinya akhirnya Belanda melakukan pembantaian di Rawagede.

"Kejadiannya antara Karawang dan Bekasi sehingga puisi beliau mungkin terinpirasi dari peperangan ini," katanya.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
Pengembangan Usaha Kreatif,...
Pengembangan Usaha Kreatif, Mahasiswa UMB Raih Juara Nasional UNEX 2026 di Karawang
Semangat Berbagi Iduladha:...
Semangat Berbagi Iduladha: Belasan Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Karawang hingga Jakarta
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Ketum Gerakan Dapur...
Ketum Gerakan Dapur Indonesia Cek Kesiapan Operasional SPPG Karawang
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Menikmati Akhir Pekan...
Menikmati Akhir Pekan Romantis di Karawang, dari Ofuro Hingga Kuliner Khas Jepang
Meja Keabadian, Potret...
Meja Keabadian, Potret Indonesia dalam Kacamata Penyair Perempuan Korea
Rekomendasi
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Apa yang Terjadi Sehari...
Apa yang Terjadi Sehari Sebelum Kick-Off Piala Dunia 2026?
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Berita Terkini
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved