Kisah Pembantaian Rawagede dan Puisi Karawang Bekasi

loading...
Kisah Pembantaian Rawagede dan Puisi Karawang Bekasi
Monumen Pembantaian Rawagede dibangun untuk mengenang kisah pembantaian yang dialami warga Desa Rawagede, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Jawa Barat. Foto/Istimewa
KARAWANG - Kabupaten Karawang menjadi sepenggal cerita perjalanan hidup seorang pujangga terkenal Chairil Anwar berjuluk Si Binatang Jalang. Chairil ternyata pernah tinggal di sebuah gang kecil pinggiran Jalan HOS Cokroaminoto di Kampung Anjun, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat.

Dari rumah kecil inilah banyak menginspirasi Chairil Anwar membuat puisi yang akhirnya menjadi terkenal.

(Baca Juga: Gereja Katedral Santo Petrus, Dibangun 1921 Saksi Perjalanan Keuskupan di Bandung)

Pendiri Komunitas Semesta Literasi, Faizol Yuhri mengatakan sebagaian karya besar Chairil Anwar terinspiasi dari peristiwa perjuangan yang terjadi di Karawang . Seperti puisi berjudul Karawang Bekasi merupakan karya besar yang terinspirasi dari peristiwa pembantaian Rawagede di Karawang. Dalam peristiwa pembataian Rawagede 9 Desember 1947 terjadi usai perang antara tentara Belanda dengan pejuang Indonesia di Bekasi.



"Saat perang terjadi di Bekasi banyak pejuang kemerdekaan melarikan diri ke Karawang kemudian terjadi pembantaian di Rawagede. Saat itu tentara Belanda mencari pejuang yang lari ke Karawang ," kata Pepi.

Peristiwa itulah yang mengilhami lahirnya puisi Karawang Bekasi, karena Chairil Anwar saat kejadian tersebut berada di Karawang.

(Baca Juga: Sejarah Jam Gadang di Bukittinggi dan Berkibarnya Bendera Merah Putih)


Meski karyanya dibuat saat berada di Jakarta, namun puisi Karawang Bekasi lahir karena peristiwa perang hebat di Bekasi hingga ke Karawang , tepatnya di Rawagede. Chairil Anwar saat itu berada di Karawang dan mengetahui adanya pembantaian di Rawagede.



"Saat pertempuran di Bekasi banyak pejuang kemerdekaan sembunyi di Karawang sehingga tentara Belanda masuk ke Karawang hingga ke Rawagede," kata Faizol.

Menurut Faizol Yuhri, Chairil Anwar berada di Karawang karena kondisi Jakarta saat itu sangat mencekam membuat banyak pejuang lari kepinggiran Jakarta seperti Bekasi dan Karawang.

Chairil Anwar harus bolak balik Jakarta- Karawang menghindari tentara Belanda.Saat peristiwa Rawagede, Chairil Anwar berada di Karawang dan mengetahui peristiwa tersebut.

"Sebagian penduduk Rawagede melarikan diri hingga ke Karawang Kota dengan tempat tinggal Chairil Anwar," katanya.

Faizol Yuhri mengatakan, berdasarkan pengetahuannya saat itu memang tentara Belanda memang sedang mengamuk setelah 26 tentara sekutu di bunuh di Bekasi.

Sekutu kemudian membalasnya dengan penyerangan dan pembataian di kampung-kampung Bekasi. Selanjutnya ratusan tentara Belanda menyusup tengah malam dengan berjalan kaki menuju Rawagede.

Mereka menggedor-gedor tiap rumah dan menanyakan keberadaan Kapten Lukas Kustaryo dan pasukannya. Karena tidak ada satupun warga yang mengetahuinya akhirnya Belanda melakukan pembantaian di Rawagede.

"Kejadiannya antara Karawang dan Bekasi sehingga puisi beliau mungkin terinpirasi dari peperangan ini," katanya.
(sms)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top