Kisah Pilot MAF Alex Luferchek, Pesawatnya Dibakar Kelompok Bersenjata di Pedalaman Papua
Sabtu, 09 Januari 2021 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Pada saat mendarat di bandara perintis, kampung Pagamba (koordinat 53M 686636 9597023) Alex menceritakan, tiba-tiba ada seorang Orang Tidak Dikenal (OTK) lari melintas di depan pesawat sambil meniup pluit dan tidak lama kemudian keluar segerombolan orang yang diduga kuat merupakan KKB.
"Mereka keluar dari samping bandara dan terlihat 5 orang KKB menodongkan senjata ke arah saya (pilot) dan menyuruh turun dari pesawat. Setelah turun, dari pesawat mereka (KKB) memerintahkan untuk berjalan ke depan pesawat lalu disuruh duduk sambil melihat ke tanah," ungkap Alex kepada pihak Satgas Gakum Polda Papua di Mapolres Nabire, Kamis (7/1/2021).
Pada saat dirinya duduk di depan pesawat sambil menundukkan muka sekitar 15 menit datanglah pendeta dan beberapa masyarakat lalu memeluk Alex dan meminta KKB untuk tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap Alex.
"Setelah saya merasa aman saya mengangkat muka dan melihat mereka (KKB) sedang menurunkan bama dari dalam pesawat. Setelah menurunkan bama, mereka (KKB) membakar bagian dalam pesawat."ujarnya.
Setelah melihat dalam pesawat sudah terbakar Alex bersama pendeta dan beberapa masyarakat berlari menjauh dari pesawat mengarah ke sebuah gereja (dengan koordinat CO 53M 686228 9596979) untuk mengamankan diri, berselang 10 menit kemudian terdengar bunyi ledakan dari pesawat yang terbakar.
"Sekitar 3 jam saya diamankan di dalam gereja, pendeta bersama masyarakat membawa saya untuk bergeser ke Kampung Togai (CO 53M 685135 9598028) yang letaknya tidak jauh dari kampung Pagamba untuk mengamankan diri saya sambil menunggu bantuan evakuasi dari Nabire. Namun, sebelum tiba di kampung Togai datang seorang pendeta dan mengatakan kalau komandan KKB inggin bertemu dengan saya sebagai Pilot, sehingga saya bersama pendeta dan masyarakat kembali ke gereja Pagamba untuk bertemu dengan komandan KKB," paparnya.
Untuk hasil pertemuan, kata dia, KKB meminta maaf atas tindakan pembakaran pesawat yang dilakukan. "KKB menyampaikan kepada saya untuk menyampaikan kepada pimpinan di Jayapura, Jakarta dan Amerika serikat untuk mendukung Papua merdeka. Selain itu, KKB juga menyampaikan bahwa mereka akan melakukan aksi penembakan terhadap setiap pesewat yang melintas di kampung Pagamba," ungkap Alex.
"Mereka keluar dari samping bandara dan terlihat 5 orang KKB menodongkan senjata ke arah saya (pilot) dan menyuruh turun dari pesawat. Setelah turun, dari pesawat mereka (KKB) memerintahkan untuk berjalan ke depan pesawat lalu disuruh duduk sambil melihat ke tanah," ungkap Alex kepada pihak Satgas Gakum Polda Papua di Mapolres Nabire, Kamis (7/1/2021).
Pada saat dirinya duduk di depan pesawat sambil menundukkan muka sekitar 15 menit datanglah pendeta dan beberapa masyarakat lalu memeluk Alex dan meminta KKB untuk tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap Alex.
"Setelah saya merasa aman saya mengangkat muka dan melihat mereka (KKB) sedang menurunkan bama dari dalam pesawat. Setelah menurunkan bama, mereka (KKB) membakar bagian dalam pesawat."ujarnya.
Setelah melihat dalam pesawat sudah terbakar Alex bersama pendeta dan beberapa masyarakat berlari menjauh dari pesawat mengarah ke sebuah gereja (dengan koordinat CO 53M 686228 9596979) untuk mengamankan diri, berselang 10 menit kemudian terdengar bunyi ledakan dari pesawat yang terbakar.
"Sekitar 3 jam saya diamankan di dalam gereja, pendeta bersama masyarakat membawa saya untuk bergeser ke Kampung Togai (CO 53M 685135 9598028) yang letaknya tidak jauh dari kampung Pagamba untuk mengamankan diri saya sambil menunggu bantuan evakuasi dari Nabire. Namun, sebelum tiba di kampung Togai datang seorang pendeta dan mengatakan kalau komandan KKB inggin bertemu dengan saya sebagai Pilot, sehingga saya bersama pendeta dan masyarakat kembali ke gereja Pagamba untuk bertemu dengan komandan KKB," paparnya.
Untuk hasil pertemuan, kata dia, KKB meminta maaf atas tindakan pembakaran pesawat yang dilakukan. "KKB menyampaikan kepada saya untuk menyampaikan kepada pimpinan di Jayapura, Jakarta dan Amerika serikat untuk mendukung Papua merdeka. Selain itu, KKB juga menyampaikan bahwa mereka akan melakukan aksi penembakan terhadap setiap pesewat yang melintas di kampung Pagamba," ungkap Alex.
Lihat Juga :